BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepulauan Nias hingga 2 Agustus 2025

- Rabu, 30 Juli 2025 19:42 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepulauan Nias hingga 2 Agustus 2025
ilustrasi gelombang tinggi (info sumbar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NIAS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di wilayah perairan Kepulauan Nias selama tiga hari ke depan, mulai Kamis (31/7/2025) hingga Sabtu (2/8/2025).

Menurut Prakirawan BMKG Kelas II Maritim Belawan, Rizky Fadhillah Pratama Putra, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di beberapa titik, termasuk:

Samudera Hindia barat Kepulauan Nias

Perairan barat Kepulauan Nias

Perairan barat Kepulauan Batu

"Perahu nelayan diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang dan kapal feri pun perlu meningkatkan kewaspadaan dengan potensi gelombang yang lebih tinggi," ujar Rizky dalam siaran pers BMKG, Rabu (30/7/2025).

BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut agar memperhatikan risiko yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi, khususnya bagi:

Perahu Nelayan: waspada jika angin ≥15 knot, gelombang ≥1,25 meter

Kapal Tongkang: waspada jika angin ≥16 knot, gelombang ≥1,5 meter

Kapal Feri: waspada jika angin ≥21 knot, gelombang ≥2,5 meter

Selain wilayah utama, gelombang 1,25–2,5 meter juga diperkirakan terjadi di:

Perairan barat Sumatera Utara

Perairan timur Kepulauan Nias

Perairan Kepulauan Batu

BMKG juga mencatat bahwa arah dan kecepatan angin menjadi faktor utama terbentuknya gelombang tinggi:

Wilayah Indonesia Utara: angin dari tenggara ke barat daya (4–25 knot)

Wilayah Indonesia Selatan: angin dari timur ke tenggara (4–30 knot)

Peringatan ini menyusul peringatan serupa yang telah dikeluarkan sejak Minggu (27/7/2025) hingga Rabu (30/7/2025).

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan resmi dari BMKG melalui kanal resmi dan aplikasi Info BMKG.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru