BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Kenaikan PBB 250% Jadi Pemicu, Ribuan Warga Pati Gelar Aksi Damai Tuntut Bupati Sudewo Mundur

- Rabu, 13 Agustus 2025 11:31 WIB
Kenaikan PBB 250% Jadi Pemicu, Ribuan Warga Pati Gelar Aksi Damai Tuntut Bupati Sudewo Mundur
Ribuan warga Kabupaten Pati menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Jalan Tombronegoro Kaborongan, pada Rabu pagi (13/8/2025). (foto: sutrisno_top/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PATI — Ribuan warga Kabupaten Pati kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Jalan Tombronegoro Kaborongan, pada Rabu pagi (13/8/2025).

Aksi ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menuntut agar Bupati Pati, Sudewo, mengundurkan diri dari jabatannya.

Demonstrasi yang berlangsung sejak pagi ini merupakan lanjutan dari kekecewaan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan kontroversial yang diterbitkan Sudewo selama lima bulan terakhir.

Salah satu pemicu utama protes adalah kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen yang sempat mengundang gelombang kritik luas dan akhirnya dibatalkan oleh Bupati pada 8 Agustus 2025.

Pantauan melalui tayangan YouTube Tribun Jateng menunjukkan bahwa ribuan massa telah memadati lokasi aksi dengan membawa berbagai spanduk dan atribut.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah berkibarnya bendera 'Jolly Roger' yang dikenal dari anime One Piece, yang oleh sebagian massa dianggap sebagai simbol kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Selain itu, sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan pengunduran diri Sudewo hingga permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Bupati Pati turut mewarnai suasana demonstrasi.

Aksi diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan orasi dari Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Ahmad Husein.

Dalam orasinya, Ahmad menegaskan bahwa tuntutan utama masyarakat adalah agar Sudewo lengser dari jabatannya.

"Bupati Pati harus lengser. Bupati lengser!" seru Ahmad di hadapan massa yang antusias.

Orator lain menilai Sudewo belum mampu menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh masyarakat, bahkan dianggap tidak gentar menghadapi tuntutan warga.

Pernyataan tersebut merujuk pada pernyataan Sudewo yang sebelumnya menyatakan tak gentar meski ada aksi demo hingga 50.000 orang.

Menanggapi rencana aksi ini, Ahmad Husein menyampaikan bahwa massa yang hadir diperkirakan mencapai 100 ribu orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar menjaga kedamaian dan tidak melakukan tindakan anarkis demi menjaga citra Pati sebagai daerah yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Bupati Sudewo telah mengambil langkah pembatalan kebijakan kenaikan PBB dan mengembalikan tarif seperti tahun sebelumnya.

Ia juga menyatakan bahwa bagi warga yang telah membayar sesuai tarif lama, akan mendapatkan pengembalian uang sisa sesuai mekanisme yang diatur pemerintah.

Koordinator hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Nimerodi Gulo, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan refleksi kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang tepat selama kepemimpinan Sudewo.

Selain kenaikan PBB, sejumlah pembangunan yang dianggap tidak mendesak dan pemutusan hubungan kerja tenaga honorer juga menjadi perhatian masyarakat.

Dalam menghadapi aksi tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati telah menyiapkan pengamanan ketat dengan melibatkan ribuan personel dari berbagai instansi.

Kepala Polresta Pati, Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dan humanis dengan mengutamakan komunikasi agar situasi tetap kondusif.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membawa barang-barang terlarang dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung," ujarnya.

Demonstrasi hari ini menjadi momen penting bagi masyarakat Pati untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi.*

(sr/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru