BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Krisis Air Bersih di Sipirok, Warga Bertahan dengan Jerigen dan Harapan

Mora Siregar - Minggu, 24 Agustus 2025 10:11 WIB
Krisis Air Bersih di Sipirok, Warga Bertahan dengan Jerigen dan Harapan
Warga yang mengantri untuk mendapatkan air bersih di Lingkungan II, Pasar Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Sudah lebih dari sepuluh hari terakhir, kran air di rumah-rumah warga Lingkungan II, Pasar Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tak lagi mengalir.

Hanya udara yang keluar dari pipa, air seakan menjadi barang langka di tengah kebutuhan dasar yang tak tergantikan.

Isnut Siregar, warga Jalan Bahrum, menjadi satu dari ratusan warga yang terdampak langsung.

Baca Juga:

Setiap pagi, ia dan para tetangganya rela antre panjang di kamar mandi masjid terdekat demi bisa mandi, mencuci, dan buang air besar.

"Kalau malam paling susah. Saat ingin ke kamar mandi, air sama sekali tak ada. Jadi harus menunggu sampai pagi," ujarnya kepada awak media dengan nada prihatin.

Baca Juga:

Saprianto Pohan, Kepala Lingkungan II, juga mengaku keluarganya kini bergantung pada air dari masjid yang ditampung menggunakan ember dan jerigen.

Bahkan, beberapa warga memilih menempuh jarak yang cukup jauh menuju sumber air panas demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kepala PDAM Tirtanadi Padangsidimpuan, Malintang Harahap, yang juga membawahi PDAM unit Sipirok, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa terbatasnya kapasitas sumber air serta musim kemarau panjang menjadi faktor utama terhambatnya distribusi.

"Pasokan utama berasal dari mata air Gunung Sibual-Buali yang hanya mampu menyuplai 14 liter per detik. Padahal, kebutuhan pelanggan mencapai 22 liter per detik. Kekurangan delapan liter per detik membuat distribusi tidak optimal," jelas Malintang.

Warga lainnya, Rahdian Pakpahan, mengatakan bahwa harapan terhadap penyelesaian masalah ini sebenarnya masih ada.

Ia menyebutkan beberapa sumber air alternatif seperti Dano Marsabut, Padang Bujur, dan Sungai Aek Bariba yang diyakini bisa meningkatkan pasokan air bersih.

"Namun hingga saat ini belum juga direalisasikan," ucap Rahdian.

Data yang dihimpun menyebutkan, jumlah pelanggan PDAM di Sipirok mencapai sekitar 3.000 orang, dengan lebih dari 1.000 calon pelanggan baru yang belum terlayani karena keterbatasan kapasitas jaringan.

Sejak pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan dipindahkan ke Sipirok, kebutuhan akan air bersih pun meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas pemerintahan.

Bagi warga seperti Isnut, Saprianto, dan Rahdian, air bukan hanya fasilitas, melainkan kebutuhan pokok yang menyentuh setiap sisi kehidupan.

"Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Air bisa mengalir dengan lancar saja, itu sudah cukup," ucap mereka penuh harap.

Kondisi krisis air bersih ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, bahwa air adalah hak dasar setiap warga.

Pemerintah daerah bersama PDAM harus segera mencari solusi konkret dan jangka panjang, baik dengan menambah sumber air, memperluas jaringan distribusi, hingga menjaga kualitas air agar tetap layak konsumsi.

Krisis air di Sipirok bukan sekadar gangguan layanan, namun juga ujian kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan air bersih di daerahnya.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Diduga Ada Penyimpangan, Bantuan Bibit Padi di Tapian Nauli Jadi Sorotan
Pasar Murah Kecamatan Arse Tapsel Hadirkan Solusi Pangan Terjangkau bagi Warga
Mengenang Kejayaan Bioskop Horas Theater di Padangsidimpuan Era 80-an
Di Tengah Kemarau Panjang, SMAN 1 Arse Gelar Kebaktian Bersama di GKPA Huta Padang untuk Memohon Turunnya Hujan
Di Tengah Kekeringan, SMAN 1 Arse Gelar Salat Minta Hujan Bersama Guru dan Siswa
Komisi III DPRD Padangsidimpuan Akan Panggil RS Metta Medika dan BPJS, Terkait Dugaan Penolakan Pasien Anak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru