Lima Hari Setelah Penyiraman, Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Belum Diketahui
JAKARTA Lima hari pasca penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI belum sepenuhnya usai.
Setelah massa buruh menyelesaikan demonstrasi mereka sekitar pukul 13.00 WIB, kelompok massa lain yang didominasi mahasiswa mulai berdatangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (28/8), kelompok baru ini tiba sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka datang membawa atribut seperti bendera, spanduk berisi tuntutan, serta mengenakan almamater dari sejumlah perguruan tinggi.
Kehadiran kelompok mahasiswa ini menjadi lanjutan dari gelombang aspirasi publik yang disampaikan di depan kompleks parlemen sejak pagi.
Tidak sedikit dari mereka juga membentangkan spanduk dengan berbagai narasi tuntutan yang belum diungkapkan secara rinci kepada media.
Sebelumnya, aksi damai telah dilakukan oleh massa buruh yang menyoroti sejumlah isu ketenagakerjaan, mulai dari penolakan sistem kerja outsourcing, upah minimum yang dinilai belum layak, hingga desakan pengesahan regulasi perlindungan pekerja.
Menanggapi dinamika unjuk rasa yang terjadi sepanjang hari ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama pelajar, untuk tidak mudah terprovokasi atau ikut serta dalam aksi yang tidak sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka sebagai siswa.
Sejumlah petugas bahkan melakukan pendekatan preventif ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan edukasi serta larangan keterlibatan dalam aksi demonstrasi dan tawuran.
"Kami terus memantau pergerakan massa dan mengimbau agar pelajar tidak ikut aksi. Ini demi menjaga keselamatan dan masa depan mereka," ujar salah satu perwira kepolisian yang bertugas di lokasi.
Situasi di sekitar gedung DPR saat ini masih terpantau kondusif. Aparat keamanan tetap siaga di beberapa titik untuk memastikan jalannya penyampaian aspirasi tetap aman dan tertib.*
JAKARTA Lima hari pasca penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontr
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBER Sebuah ledakan mengejutkan terjadi di Masjid Raya Pesona, kompleks Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember,
PERISTIWA
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kere
EKONOMI
JAKARTA Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, kini dalam kondisi stabil dan tidak mengancam jiwa setelah disiram air keras, kata RSUP
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, mantan staf khusus eks Menteri Agama Yaqut
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons terhadap konflik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kelompok masyarakat Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) mengklaim telah memenangkan empat kali persidangan sengketa informasi terkai
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk berhatihati menerima hampers atau had
HUKUM DAN KRIMINAL
KISARAN, KABUPATEN ASAHAN Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan berhasil menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) s
PEMERINTAHAN
KISARAN, KABUPATEN ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menghadiri perayaan Milad ke62 Ikatan Mahasiswa Muhammadi
PEMERINTAHAN