BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Di Tengah Kemarau Panjang, SMAN 1 Arse Gelar Kebaktian Bersama di GKPA Huta Padang untuk Memohon Turunnya Hujan

Mora Siregar - Jumat, 29 Agustus 2025 20:58 WIB
Di Tengah Kemarau Panjang, SMAN 1 Arse Gelar Kebaktian Bersama di GKPA Huta Padang untuk Memohon Turunnya Hujan
Keluarga besar SMA Negeri 1 Arse menggelar kebaktian doa bersama di Gereja GKPA Huta Padang, Arse, pada Jumat pagi (29/8). (foto: Mora Siregar/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kecamatan Arse dan sekitarnya, keluarga besar SMA Negeri 1 Arse menggelar kebaktian doa bersama di Gereja GKPA Huta Padang, Arse, pada Jumat pagi (29/8).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan siswa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

Kebaktian ini dipimpin oleh seorang Porhager dan dilangsungkan dalam suasana penuh kekhusyukan dan harapan.

Baca Juga:

Para peserta dengan khidmat memanjatkan doa, memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar segera menurunkan hujan yang membawa rahmat dan kesejukan bagi alam dan masyarakat sekitar.

Kepala Sekolah: "Ini Bukan Sekadar Doa, Tapi Cermin Keimanan dan Kepedulian Lingkungan"

Baca Juga:

Kepala SMAN 1 Arse, Imam Praja Siregar, menyampaikan bahwa kebaktian ini tidak hanya sebagai wujud ibadah, tetapi juga sebagai pengingat spiritual untuk memperkuat iman dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan hidup.

"Hari ini kami berikhtiar dan memohon kepada Tuhan agar diberi hujan sebagai rahmat. Kebaktian ini menjadi momen untuk menyadari bahwa kita adalah makhluk yang lemah, yang tetap membutuhkan pertolongan-Nya, tak peduli seberapa besar kekayaan atau jabatan yang dimiliki," tutur Imam.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran moral dan spiritual siswa untuk senantiasa rendah hati, bersyukur, dan menjaga alam.

Dalam khotbah dan doa yang disampaikan, para peserta juga diajak untuk melakukan introspeksi atas dosa dan kekhilafan yang mungkin menjadi penghalang turunnya berkah dari langit.

Hal ini menjadi bagian dari proses spiritual untuk menyucikan diri dan memperbaiki hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan alam semesta.

"Kebaktian ini adalah bentuk pengakuan bahwa kita manusia tidak sempurna. Dengan kerendahan hati, kita memohon ampun dan berharap hujan segera turun sebagai bentuk kasih Tuhan kepada umat-Nya," ungkap Porhager dalam pesannya.

Kegiatan yang digelar oleh SMAN 1 Arse ini menjadi salah satu dari sejumlah upaya spiritual yang dilakukan masyarakat Tapanuli Selatan dalam merespons dampak nyata kemarau panjang, yang mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk pertanian dan akses air bersih.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Tengah Kekeringan, SMAN 1 Arse Gelar Salat Minta Hujan Bersama Guru dan Siswa
Bimtek Aparatur Desa Tapsel di Medan Tuai Sorotan: Janji Kampanye Bupati Gus Irawan Dipertanyakan
Krisis Air Bersih di Sipirok, Warga Bertahan dengan Jerigen dan Harapan
Warga Desa Aek Libung Laporkan Dugaan Korupsi Kades ke Kejari Tapsel, Ancam Gelar Aksi Jika Tak Ada Respons
Warga Dolok Tapalang Bantah Isu Negatif Proyek Jalan: "Pembangunan Sudah Sesuai dan Membantu Kami"
Tapanuli Selatan Berpeluang Menjadi Sentra Kopi Arabika Berkualitas dengan Dukungan MPIG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru