BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Mahasiswa dan Influencer Geruduk DPR: Serahkan Tuntutan dan Gelar Aksi Teatrikal Tabur Bunga

- Kamis, 04 September 2025 18:49 WIB
Mahasiswa dan Influencer Geruduk DPR: Serahkan Tuntutan dan Gelar Aksi Teatrikal Tabur Bunga
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan aktivis dan influencer menggelar demonstrasi di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Mereka menyerahkan dokumen bertajuk "17+8 Tuntutan Rakyat" di Gerbang Pancasila, Kompleks DPR RI, sebagai bentuk desakan kepada parlemen untuk melakukan reformasi menyeluruh.

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh publik, di antaranya aktivis Ferry Irwandi serta dua influencer populer: Andovi da Lopez dan Jerome Polin.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di tengah penjagaan ketat aparat keamanan.

Andovi da Lopez, yang dikenal sebagai konten kreator sekaligus warga Depok, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa langkah mereka datang ke DPR bukan semata aksi simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.

"Di sini saya bersama teman-teman mau memberi surat formil kepada DPR. Dan sebelum itu, bagi kalian yang bertanya kenapa kita ke sini, karena saya adalah Andovi da Lopez, warga Depok 2 Timur, rakyat Indonesia," ujarnya.

Dokumen 17+8 Tuntutan Rakyat yang diserahkan berisi 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, yang mencakup isu-isu seperti penghapusan tunjangan fantastis anggota DPR, transparansi anggaran publik, hingga reformasi sistem hukum dan demokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPR belum memberikan tanggapan resmi atas dokumen tuntutan maupun aksi unjuk rasa yang digelar hari ini.

Situasi di sekitar Kompleks Parlemen sempat dipenuhi ratusan aparat gabungan, namun aksi berjalan kondusif tanpa insiden berarti.

Demonstrasi ini berlangsung di tengah sorotan publik terhadap sejumlah fasilitas dan tunjangan DPR yang dinilai tidak relevan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Aksi ini pun menjadi penanda meningkatnya tekanan moral dari publik terhadap wakil rakyat untuk lebih transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan rakyat.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru