Mahasiswa dan Influencer Geruduk DPR: Serahkan Tuntutan dan Gelar Aksi Teatrikal Tabur Bunga
- Kamis, 04 September 2025 18:49 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan aktivis dan influencer menggelar demonstrasi di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Gelombang protes terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali bergulir.
Pada Kamis (4/9/2025) sore, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Aksi diawali dengan long march dari arah Senayan menuju Gedung DPR.
Para mahasiswa membawa berbagai atribut demonstrasi, termasuk lilin, bunga, dan poster bertuliskan "Selamatkan Indonesia".
Satu unit mobil komando juga disiapkan sebagai panggung orasi.
Dalam aksi kali ini, mahasiswa menampilkan aksi teatrikal tabur bunga dan penyalaan lilin di gerbang utama gedung parlemen.
Prosesi tersebut dilakukan sebagai simbol duka atas kondisi demokrasi dan keterpurukan kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.
Sembari menyalakan lilin, massa aksi menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dengan iringan denting piano yang mengiringi suasana hening.
Seorang orator dari atas mobil komando menyerukan kritik terhadap anggota DPR yang dinilai hanya mendekati rakyat saat momen pemilu tiba.
"Kita hanya jadi ajang untuk menarik suara mereka lima tahunan," seru sang orator, yang disambut riuh massa aksi.
Masih di lokasi yang sama, kelompok aktivis dan influencer yang tergabung dalam gerakan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah turut menyuarakan aspirasi.
Mereka menyerahkan dokumen bertajuk "17+8Tuntutan Rakyat" di Gerbang Pancasila, Kompleks DPR RI, sebagai bentuk desakan kepada parlemen untuk melakukan reformasi menyeluruh.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di tengah penjagaan ketat aparat keamanan.
Andovi da Lopez, yang dikenal sebagai konten kreator sekaligus warga Depok, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa langkah mereka datang ke DPR bukan semata aksi simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.
"Di sini saya bersama teman-teman mau memberi surat formil kepada DPR. Dan sebelum itu, bagi kalian yang bertanya kenapa kita ke sini, karena saya adalah Andovi da Lopez, warga Depok 2 Timur, rakyat Indonesia," ujarnya.
Dokumen 17+8Tuntutan Rakyat yang diserahkan berisi 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, yang mencakup isu-isu seperti penghapusan tunjangan fantastis anggota DPR, transparansi anggaran publik, hingga reformasi sistem hukum dan demokrasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPR belum memberikan tanggapan resmi atas dokumen tuntutan maupun aksi unjuk rasa yang digelar hari ini.
Situasi di sekitar Kompleks Parlemen sempat dipenuhi ratusan aparat gabungan, namun aksi berjalan kondusif tanpa insiden berarti.
Demonstrasi ini berlangsung di tengah sorotan publik terhadap sejumlah fasilitas dan tunjangan DPR yang dinilai tidak relevan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Aksi ini pun menjadi penanda meningkatnya tekanan moral dari publik terhadap wakil rakyat untuk lebih transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan rakyat.*