BREAKING NEWS
Kamis, 19 Februari 2026

Tangisan Abqari: Balita 3 Tahun Asal Padangsidimpuan Derita Tumor Perut, Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan

Indra Saputra - Jumat, 05 September 2025 16:33 WIB
Tangisan Abqari: Balita 3 Tahun Asal Padangsidimpuan Derita Tumor Perut, Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan
Abqari Ibhram Lubis, balita berusia tiga tahun asal Kelurahan Wek III, Kota Padangsidimpuan, berjuang melawan penyakit tumor perut. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN – Nasib pilu dialami Abqari Ibhram Lubis, balita berusia tiga tahun asal Kelurahan Wek III, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Putra bungsu dari pasangan Rio Sulaiman dan Hafni itu kini tengah berjuang melawan penyakit tumor perut yang dideritanya.

Saat ini, Abqari dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) H. Adam Malik, Medan, sejak tiga minggu terakhir.

Kondisinya membutuhkan penanganan medis berkelanjutan, namun keterbatasan ekonomi keluarga membuat upaya pengobatan berjalan dengan penuh perjuangan.

Ayah Abqari, Rio Sulaiman, yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak barang, terpaksa berhenti bekerja sejak anaknya menjalani perawatan.

Ia harus mendampingi putranya yang kini menjalani proses pengobatan secara intensif.

"Sejak tiga minggu lalu, saya tidak bisa narik becak lagi. Kami fokus merawat Abqari. Kami bingung cari biaya untuk pengobatannya," ujar Sulaiman dengan nada lirih.

Didiagnosis Neuroblastoma, Tumor Ganas di Perut

Menurut keterangan Rendi, salah satu kerabat keluarga, gejala awal penyakit muncul sekitar tiga bulan lalu

Abqari sering mengeluh sakit di bagian perut, namun saat itu keluarga belum menyangka penyakit yang diderita begitu serius.

"Awalnya sering sakit perut, tapi makin hari makin parah. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis Abqari mengidap neuroblastoma, yaitu tumor ganas yang menyerang bagian perut," jelas Rendi.

Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang paling sering menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Penyakit ini berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang, biasanya muncul di area perut, dan dapat menyebar dengan cepat.

Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, keluarga Abqari kini sangat membutuhkan uluran tangan berbagai pihak.

Pekerjaan sebagai penarik betor yang selama ini menjadi sumber utama nafkah keluarga tak lagi dapat diandalkan sejak Sulaiman harus mendampingi anaknya di rumah sakit.

Tak hanya biaya pengobatan, kebutuhan sehari-hari keluarga juga menjadi tantangan besar.

Sementara itu, ibu Abqari, Hafni, tetap berada di rumah mengurus dua anak lainnya.

Keluarga berharap ada perhatian dari pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat luas untuk membantu meringankan beban mereka.

Segala bentuk bantuan, baik materi maupun dukungan moral, sangat berarti bagi perjuangan Abqari kecil untuk sembuh dari penyakitnya.

Bagi pihak yang ingin membantu, dapat menghubungi keluarga melalui kerabat terdekat atau menyalurkan bantuan melalui posko bantuan yang tengah diupayakan warga sekitar.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru