BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Pengunjung Temukan Paku Berkarat di Bakmi, Kompensasi yang Diminta Dinilai Berlebihan

BITVonline.com - Minggu, 26 Januari 2025 04:43 WIB
Pengunjung Temukan Paku Berkarat di Bakmi, Kompensasi yang Diminta Dinilai Berlebihan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jakarta – Sebuah kejadian menghebohkan terjadi di restoran Bakmi Kofei setelah seorang pengunjung mengaku menemukan paku berkarat dalam makanannya. Kejadian ini kemudian berlanjut dengan permintaan kompensasi yang dinilai berlebihan, bahkan pengunjung tersebut mengancam untuk memviralkan kejadian ini di media sosial. Kejadian ini pertama kali dibagikan oleh pemilik Bakmi Kofei lewat video TikTok pada 22 Januari 2025.

Pengunjung yang mengaku menemukan paku dalam makanannya tersebut menyampaikan keluhannya melalui WhatsApp, menganggap kejadian tersebut sangat membahayakan keselamatan. Pengunjung tersebut menyebutkan bahwa paku yang ditemukan berukuran besar, berkarat, dan tajam. Menanggapi keluhan tersebut, pemilik Bakmi Kofei menjelaskan bahwa insiden ini sangat jarang terjadi.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan dalam 15 tahun operasional restoran, baru kali ini kami mengalami kejadian seperti ini,” ujar pemilik restoran dalam video yang diunggah. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan siap memberikan kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab jika kejadian tersebut benar terjadi.

Namun, masalah ini semakin rumit saat pengunjung tersebut meminta kompensasi sebesar Rp 8 juta. Pengunjung yang datang bersama tiga anaknya itu mengklaim bahwa kompensasi tersebut adalah hal yang wajar. Namun, pemilik restoran mengaku keberatan dan menawarkan kompensasi yang lebih rendah, yakni sekitar Rp 760.000, yang dihitung berdasarkan harga makanan yang dipesan.

Keputusan pemilik restoran ini ternyata tidak memuaskan pengunjung. Pengunjung tersebut menanggapi dengan mengancam akan memviralkan kejadian ini di media sosial dan melaporkan ke pihak berwenang. Bahkan, pengunjung tersebut mengklaim akan mengundang wartawan dan melibatkan masyarakat Ambon dalam penyebaran berita ini. Dalam klarifikasinya, pemilik Bakmi Kofei juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam klaim pengunjung, salah satunya mengenai perbedaan menu yang disebutkan.

Pengunjung sempat mengatakan bahwa paku ditemukan pada menu kwetiau, namun kemudian menyebutkan bahwa menu bihun adalah yang terkontaminasi. Karyawan restoran juga melaporkan bahwa seluruh makanan yang dipesan sudah habis, kecuali yang ditemukan paku. Meski demikian, restoran Bakmi Kofei sudah berusaha memberikan kompensasi dengan menggratiskan semua pesanan dan biaya parkir pengunjung tersebut. (DTK)

(CHRISTIE)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru