Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dengan pengalaman menangani kasus serupa, pengetahuan berupa data sosial anak, hingga kemampuan analisis digital forensik, diharapkan aparat lebih cepat mengungkap jaringan maupun rantai komando yang sesungguhnya.
"Dengan memastikan proses pemeriksaan anak-anak menggunakan pendekatan wawancara forensik sensitif anak, serta dilengkapi dengan bukti digital melalui forensik digital, maka polisi akan lebih cepat menemukan pelaku yang sebenarnya," tambahnya.
Sebelumnya, Polri menyatakan ada 959 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, hampir 300 orang merupakan anak-anak.
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menyebut hingga kini Polri telah menerima dan menangani 246 laporan polisi terkait kerusuhan tersebut, baik di tingkat Mabes Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, maupun oleh 15 Polda di seluruh Indonesia.*
Baca Juga:
(KM/P)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.