Tim SAR gabungan memutuskan untuk menggunakan alat-alat berat, Kamis (02/10) siang, setelah pihaknya tidak menemukan lagi "tanda-tanda kehidupan" di bawah reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. (foto: BASARNAS)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan jajaran menteri terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penanggulangan.
Salah satunya adalah memastikan evakuasi korban yang terjebak, serta melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
"Beliau [Presiden Prabowo] terus memonitor situasi ini dan sudah memerintahkan kepada para menteri dan gubernur untuk memberikan perhatian penuh. Beliau juga meminta agar evaluasi keseluruhan dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia," kata Prasetyo saat ditemui usai acara peringatan HUT ke-80 TNI di Jakarta.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh lebih dari 400 petugas pencarian dan penyelamatan (SAR) menghadapi tantangan berat mengingat banyaknya puing besar yang masih rawan runtuh.
Hal ini menambah kesulitan bagi petugas yang berupaya menyelamatkan para korban yang terjebak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa hingga saat ini, jumlah korban yang berhasil diselamatkan bertambah menjadi 104 orang.
Sementara itu, 27 santri diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, mengungkapkan, "Proses evakuasi terus berlangsung, namun banyak puing besar yang membahayakan."
Insiden ini terjadi saat renovasi bangunan musala di lantai tiga tengah berlangsung.
Musala yang memiliki empat lantai tersebut ambruk secara mendalam hingga lantai dasar, saat ratusan santri sedang melaksanakan shalat berjamaah di lantai dasar.
Berdasarkan informasi dari pihak pesantren, sekitar 100 lebih santri tengah berada di musala saat kejadian, yang mengakibatkan banyaknya korban.
Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, juga telah menyerukan audit kelayakan konstruksi bangunan pesantren, guna mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial yang menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan pesantren, terlebih yang memiliki bangunan bertingkat.
Prasetyo menambahkan bahwa, meski peristiwa ini menyedihkan, Presiden Prabowo berharap agar langkah-langkah perbaikan dan evaluasi dilakukan dengan cepat agar program keselamatan bangunan di pesantren dapat dilaksanakan secepatnya.
"Kita berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan," ujarnya.
Saat ini, pemerintah dan lembaga terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pasca insiden tersebut.*