BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Demo Warga Patumbak di Pabrik PT Universal Gloves Ricuh, Wartawan Jadi Korban Pemukulan Preman

Zulkarnain - Selasa, 07 Oktober 2025 08:30 WIB
Demo Warga Patumbak di Pabrik PT Universal Gloves Ricuh, Wartawan Jadi Korban Pemukulan Preman
Aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, di depan pabrik PT Universal Gloves (UG) berujung ricuh, Senin (6/10/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PATUMBAK Aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, di depan pabrik PT Universal Gloves (UG) berujung ricuh, Senin (6/10/2025).

Massa yang menuntut penutupan gudang cangkang karena bau menyengat, diserang sekelompok pria bertubuh tegap yang diduga preman bayaran perusahaan.

Tak hanya warga, dua orang jurnalis juga menjadi korban kekerasan.

Baca Juga:

Ketegangan terjadi saat warga memblokir akses masuk gudang pabrik di Jalan Besar Patumbak, Dusun I.

Dari arah dalam pabrik, muncul sejumlah pria bertopi yang memaksa karyawan masuk sambil menghalau warga yang sedang berorasi.

"Saya lagi ambil video, tiba-tiba ada yang dorong dan hampir merebut ponsel saya," ujar DL, jurnalis media online yang menjadi salah satu korban intimidasi.

Lebih parah, rekannya ES, wartawan media cetak dan online, dipukul dari belakang menggunakan helm oleh seorang pria tak dikenal.

Akibatnya, helm milik pelaku pecah, sementara ES memilih mundur demi menyelamatkan kamera dan dirinya.

"Pelakunya pakai helm hitam, mukul dari belakang. Saya mundur sambil lindungi kamera," ucap ES.

Dari kerumunan preman tersebut, warga mengenali dua pelaku yang disebut bernama Aseng dan Ropan Sinaga.

Keduanya bahkan menantang wartawan dan warga secara terbuka.

"Apalagi kau! Mau ribut lagi kau? Gak sor kau, main kita!" ujar salah satu pelaku dengan nada menantang, seperti ditirukan DL.

Aksi kekerasan ini memicu kemarahan warga. Mereka mendesak Kapolsek Patumbak dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengusut pelaku penganiayaan dan mendalami dugaan keterlibatan oknum perusahaan dalam insiden tersebut.

DL dan ES menyatakan akan melaporkan tindakan kekerasan dan intimidasi yang mereka alami ke pihak kepolisian.

Keduanya meminta agar aparat menindak tegas pelaku dan menjamin kebebasan pers di lapangan.

"Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik. Ini bentuk pembungkaman," tegas ES.

Saat dikonfirmasi wartawan terkait insiden ini, Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora belum memberikan tanggapan resmi.

Ia hanya menyampaikan bahwa sambungan telepon tidak jelas.

"Teleponnya kurang jelas, ini saya masih di jalan menuju Polsek Patumbak," ujar Kompol Daulat sebelum memutus sambungan.

Aksi unjuk rasa sendiri dipicu oleh bau busuk menyengat dari gudang cangkang milik PT Universal Gloves yang menurut warga telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Warga menuntut agar gudang segera ditutup dan aktivitas dihentikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun kepolisian setempat terkait penyerangan terhadap massa dan wartawan dalam aksi tersebut.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Siswa SMKN 3 Sibolga Demo Tuntut Transparansi Dana BOS, Fasilitas Sekolah Memprihatinkan
Ketua Umum PWI Apresiasi Dukungan Dunia Usaha dalam Pengukuhan Pengurus PWI Pusat 2025–2030
PWI Pusat Resmi Dikukuhkan di Monumen Pers Surakarta, Menkomdigi: Pers Adalah Cahaya Kebenaran
Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Tugu Tani, Dukung Prabowo Lawan Zionisme
Kericuhan Pecah Saat Upaya Damai di Yalimo, Bupati dan Wakapolres Luka Akibat Lemparan Batu
Polres Asahan Mediasi Kasus Ayah Aniaya Anak, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru