BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Teror Bom di Tiga Sekolah Internasional Jakarta dan Tangerang: Pelaku Tuntut USD 30 Ribu dalam Bitcoin

Adelia Syafitri - Kamis, 09 Oktober 2025 09:00 WIB
Teror Bom di Tiga Sekolah Internasional Jakarta dan Tangerang: Pelaku Tuntut USD 30 Ribu dalam Bitcoin
Tim Gegana dari Polda Metro Jaya menyisir sekolah internasional yang mendapat ancaman teror bom. (foto: Shinta Dwi Ayu/Kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Ancaman bom beruntun terjadi di tiga sekolah internasional di wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Jakarta Utara, pada Selasa (7/10/2025).

Meski tak ditemukan bahan peledak, pola teror yang identik dan berulang menimbulkan kekhawatiran serius.

Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan ketiga insiden tersebut.

Baca Juga:

Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran teror antara lain Mentari Intercultural School di Bintaro, Tangerang Selatan; Jakarta Nanyang School di BSD City, Kabupaten Tangerang; dan North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ancaman diterima secara elektronik, baik melalui email maupun pesan WhatsApp, dengan nomor internasional berkode +234, yang diduga berasal dari Nigeria.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menanam bom di area sekolah dan menuntut uang tebusan sebesar USD 30.000 dalam bentuk Bitcoin.

Mereka juga mencantumkan alamat dompet kripto untuk pengiriman dana dan mengancam akan meledakkan bom jika permintaan tidak dipenuhi.

Berikut isi pesan ancaman yang diterima pihak sekolah:

"A message for EVERYONE. We have bombs in your school. The bombs are set to go off in 45 mins. If you do not agree to pay us $30,000 to our bitcoin address below:
17TbLtoK4kojSn4sSogJuZgRzv-Tx1Qi4XT
If you do not send the money! We will blow up device immediately.
Call the POLICE, We will blow up device at the spot."

Menanggapi laporan tersebut, kepolisian dari masing-masing wilayah langsung bergerak cepat.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, memastikan bahwa tidak ada bahan peledak ditemukan di dua lokasi sekolah internasional di wilayahnya.

"Begitu kami menerima laporan, kami langsung koordinasi dengan pihak sekolah dan mengamankan area. Tim Jibom dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran," ujar Victor.

Hal serupa juga terjadi di NJIS, Kelapa Gading. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, menyampaikan bahwa setelah dilakukan pengecekan menyeluruh oleh Tim Gegana, hasilnya nihil.

Tidak ditemukan benda mencurigakan di area sekolah.

"Ancaman dikirim lewat WhatsApp dari nomor luar negeri. Kami sudah cek seluruh area sekolah, situasi kini aman dan proses belajar mengajar kembali berjalan normal," ujar Seto.

Pola ancaman yang identik di tiga lokasi berbeda mengindikasikan motif pemerasan berbasis digital (cyber extortion).

Pelaku memanfaatkan ancaman bom untuk menakut-nakuti pihak sekolah demi mendapatkan uang dalam bentuk mata uang kripto yang sulit dilacak.

Polisi kini tengah menelusuri jejak digital pelaku dan menggandeng unit siber untuk melacak asal muasal pesan, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan kejahatan internasional.

"Penanganan ancaman ini tidak hanya oleh tim lapangan, tetapi juga melibatkan unit siber untuk mengungkap siapa di balik ancaman ini," ujar seorang sumber di kepolisian.

Menanggapi kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.

Pihak sekolah juga diminta memperketat sistem keamanan dan melaporkan segera jika menerima ancaman serupa.

"Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Kami minta semua sekolah, khususnya yang berstatus internasional dan swasta, meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi aktif dengan aparat," ujar juru bicara Polda Metro Jaya.

Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap dalang di balik serangkaian teror ini, yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.*


(kp/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Karang Taruna Batu Bara Resmi Kelola Pelabuhan Ujung Bom, Dorong UMKM Lokal Lebih Berdaya
Unjuk Rasa Anarkis di Denpasar: Polda Bali Tetapkan 14 Orang Tersangka, Termasuk 4 Anak di Bawah Umur
Wali Kota Medan Rico Waas Janji Tindak Tegas Kafe Tuak yang Timbulkan Teror dan Kebisingan
Kapuspen TNI: Pelaku Anarkis Saat Demo Terlihat Terlatih dan Terorganisasi
Tersangka Penghasut Demo Ternyata Bagikan Tutorial Bom Molotov dengan Iming-Iming Perlindungan Hukum
Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Massa Demo di Depan DPR RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru