Prabowo Dorong Elektrifikasi, Pakar Sebut Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Energi
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi mempe
NASIONAL
DAIRI — Sekitar seribu warga dari berbagai desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memadati halaman Markas Polres Dairi pada Rabu malam (12/11/2025).
Massa mengancam akan menginap dan menduduki Mapolres jika 34 rekan mereka yang ditangkap polisi tidak segera dibebaskan.
Penangkapan itu terjadi setelah aksi unjuk rasa menuntut pembebasan Ketua Kelompok Tani Pejuang Tani Bersama Alam (PETABAL), Pangihutan Sijabat, yang ditahan polisi pada pagi hari.Baca Juga:
Salah satu perwakilan massa, Darman Purba, warga Desa Parbuluan 6, mengatakan aksi tersebut merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat keamanan yang dinilai membiarkan aktivitas PT GT di wilayah mereka.
Pendamping warga, Duat Sihombing dari Yayasan Petrasa, menyebut PT GT diduga telah merambah hutan seluas 600 hingga 700 hektare tanpa izin jelas.
Akibatnya, sumber air di sekitar kawasan itu disebut mengering, dan warga kini hidup dalam ancaman banjir bandang dan longsor.
"Mereka bukan kriminal. Mereka hanya mempertahankan hidupnya dari mafia perambah hutan. Tak ada papan nama perusahaan di sana, tapi hutan sudah habis dibabat," ujar Duat.
Penangkapan Pangihutan Sijabat menjadi pemicu utama kemarahan warga.
Mendengar kabar penahanan itu, ratusan orang spontan mendatangi Polres Dairi untuk menuntut pembebasannya.
Namun aksi tersebut berujung bentrok. Polisi melaporkan 10 personel luka-luka akibat lemparan batu dari massa.
"Sebanyak 33 orang massa diamankan karena melakukan tindakan anarkis. Sebelumnya, Pangihutan Sijabat juga ditangkap karena diduga terlibat pengrusakan dan pembakaran aset PT GT," ujar Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik, mewakili Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan.
Dengan demikian, total warga yang kini diamankan mencapai 34 orang, terdiri atas 29 laki-laki, 4 perempuan, dan 2 di antaranya staf Yayasan Petrasa.
Sementara itu, pihak pendamping hukum dari Petrasa mendesak agar kepolisian bersikap objektif dalam menangani kasus tersebut.
Mereka menilai tindakan aparat terlalu represif, sementara dugaan pelanggaran lingkungan oleh perusahaan tidak ditindaklanjuti secara serius.
"Kami berharap polisi melihat ini secara proporsional. Warga marah karena tidak ada tindakan nyata terhadap kerusakan hutan yang mengancam kehidupan mereka," tegas Duat.
Hingga saat berita ini dirilis, situasi di sekitar Mapolres Dairi masih dijaga ketat aparat keamanan.
Massa menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum 34 orang yang ditangkap dibebaskan.*
(sp/ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi mempe
NASIONAL
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan akan menggelar rukyatulhilal atau pengamatan bulan sabit untuk menen
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan, Wira Prayatna, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Imam Besar Masjid Raya AlAbror, As
NASIONAL
PADANG Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Den
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penundaan pengiriman pasukan Indonesia untuk misi perdamaian di Gaza,
NASIONAL
MEDAN Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara memusnahkan lima ton mangga impor asal Vietnam yang gagal memenuhi
NASIONAL
JAKARTA Besarnya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 335 triliun dalam APBN 2026 memicu kewaspadaan Badan Gizi Nasion
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Rabu (18/3/2026). Data terbaru pukul 10.00 WIB menunjukkan
EKONOMI
TEL AVIV Serangan rudal dari Iran menewaskan dua orang di wilayah pinggiran Tel Aviv, Israel, Rabu (18/3/2026). Pihak berwenang melapork
INTERNASIONAL