Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kepala SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, angkat suara menanggapi isu yang menyebutkan dirinya bakal diberhentikan menyusul ledakan di masjid sekolah beberapa waktu lalu.
Tetty menyatakan pasrah dengan kehendak Tuhan dan menekankan bahwa pihak sekolah telah melakukan yang terbaik.
"Kita berserah sama Tuhan. Karena kita sudah bikin yang terbaik di sekolah itu," ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga:
Ia menambahkan, "Jadi kalau ada ucapan-ucapan seperti itu, mudah-mudahan orangnya bertanggungjawab."
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan tidak ada pencopotan kepala sekolah terkait insiden tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Tidak ada pencopotan kepala sekolah SMAN 72," tegas Budi, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan keputusan resmi baru bisa diambil setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan.
Ledakan terjadi di masjid sekolah pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, saat siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat.
Suara ledakan pertama terdengar saat khotbah berlangsung, diikuti ledakan kedua dari arah berbeda. Peristiwa itu menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka.
Penyelidikan awal menunjukkan pelaku merupakan salah satu siswa aktif di SMAN 72 Jakarta.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan bahwa pelaku tidak terkait jaringan teror manapun.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.