Mereka, menjadi penyampai nilai-nilai luhur daerah dari alam, sejarah, hingga ekonomi kreatif.
"Duta wisata bukan hanya wajah promosi, tetapi juga duta karakter yang membawa identitas Deli Serdang. Mereka menjadi jembatan informasi yang mampu mengangkat potensi daerah secara utuh," kata Dedi Maswardy.
Ia menekankan pentingnya kemampuan digital.
Di era media sosial, para duta wisata dituntut mengemas konten yang kuat, visual yang menarik, serta narasi yang relevan untuk menjangkau audiens lebih luas.
Agenda Tahunan dan Upaya Membangun Citra Pariwisata
Dalam kesempatan itu, Dedi Maswardy juga mengapresiasi Dinas Budporapar yang kembali menyelenggarakan ajang tahunan ini.
Pemkab memanfaatkan pemilihan duta wisata sebagai sarana membentuk personal branding bagi putra-putri daerah yang akan membantu promosi objek wisata dan UMKM.
"Setiap tahun, para juara ditugaskan mendukung pemerintah dalam mempromosikan wisata dan hadir di berbagai agenda penting. Mereka juga membantu menyampaikan visi-misi pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.
Perjalanan Seleksi: Dari Audisi hingga Karantina
Kepala Dinas Budporapar, Yudy Hilmawan, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti 40 peserta dari seluruh kecamatan.
Seleksi dimulai dari audisi pada 13 November 2025, dilanjutkan karantina di Cadika dan Thong Ins yang mematangkan materi public speaking, kepariwisataan, etika, dan personal branding.
Dari proses panjang itu, didapat 10 pasang finalis yang tampil pada malam grand final untuk memperebutkan enam posisi putra dan enam posisi putri terbaik.