PADANG – Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Sumatra Barat memperingatkan potensi banjir susulan pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 lalu.
Ketua Forum DASSumbar, Prof. Isril Berd, menyoroti kerusakan infrastruktur dan kondisi hulu DAS yang tidak memadai, sehingga rawan menimbulkan bencana lanjutan.
"Dari pengamatan kami, terdapat sembilan titik di hulu DAS Padang yang tutupan hutannya kurang dari 30%, padahal standar minimal sesuai aturan. Hal ini meningkatkan risiko banjir bandang susulan," ujar Isril, Selasa (16/12/2025).
Selain tutupan hutan yang minim, pendangkalan sungai akibat banjir sebelumnya juga menjadi faktor pemicu.
Di DAS Lubuk Minturun dan Batu Busuk, kapasitas sungai berkurang sehingga debit air sulit ditampung saat hujan tinggi, meningkatkan risiko meluapnya air.
Isril menekankan, solusi untuk mencegah banjir susulan adalah normalisasi sungai secara menyeluruh, termasuk penggalian sungai dan perlindungan tutupan hutan di hulu DAS.
"Upaya ini harus nyata, bukan seremonial. Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra V mutlak diperlukan," tegasnya.
Dia juga menekankan perlunya revisi tata ruang wilayah (RTRW) dengan konsep mitigasi bencana.
Menurut Isril, aturan yang jelas terkait pembangunan di sekitar DAS sangat penting agar masyarakat tidak terus dibayangi risiko bencana.
"Belajar dari bencana ini, DPRD bersama pemerintah daerah harus menyusun aturan mitigasi bencana dalam RTRW. Jika ada izin pembangunan di kawasan rawan, pemerintah harus bertanggung jawab," kata Isril.
Forum DASSumbar menilai tindakan cepat pemerintah dan sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.*