ACEH TIMUR – Kawanan gajah liar kembali memasuki pemukiman dan merusak kebun warga di dua kecamatan di Aceh Timur, yaitu Banda Alam dan Indra Makmur.
Peristiwa ini membuat warga resah karena satwa berbelalai tersebut sudah berada di lokasi sejak dua pekan terakhir.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan tim BKSDA telah menerima laporan dan menurunkan personel untuk menghalau gajah.
Namun, upaya itu terkendala karena akses menuju lokasi terputus akibat banjir.
"Teman-teman dan mitra terkendala akses ketika mau ke lokasi karena terdampak banjir," ujar Ujang, Jumat, 9 Januari 2026.
Berdasarkan laporan, terdapat dua kelompok gajah yang memasuki dua kecamatan tersebut.
Satu kelompok diperkirakan berjumlah sekitar 20 ekor. Kawanan gajah merusak berbagai tanaman milik warga, mulai dari pisang hingga kelapa sawit.
Warga bahkan mengaku enggan pergi ke kebun mereka karena khawatir dengan keselamatan.
Upaya penghalauan sementara dilakukan dengan bantuan petasan.
Ujang menyebutkan, peralatan mercon telah diserahkan kepada Koramil dan Polsek setempat untuk membantu mengusir gajah dari pemukiman.
Tim BKSDA hari ini akan kembali mencoba masuk ke lokasi untuk menindaklanjuti kondisi satwa tersebut.
Kejadian ini menambah daftar konflik manusia-satwa liar yang kerap terjadi di Aceh Timur, khususnya di musim hujan ketika habitat satwa terganggu dan akses ke kawasan hutan menjadi sulit.*