BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Kapolri Tinjau Posko Pengungsian Erupsi Lewotobi NTT, Berikan Bantuan dan Semangat kepada Korban

BITVonline.com - Senin, 18 November 2024 08:52 WIB
Kapolri Tinjau Posko Pengungsian Erupsi Lewotobi NTT, Berikan Bantuan dan Semangat kepada Korban
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUPANG- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan langsung ke lokasi posko pengungsian yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan penanganan dan bantuan kepada korban bencana berjalan maksimal. Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo, yang menginstruksikan agar pemerintah pusat merespons cepat dan tepat dalam membantu warga yang terdampak.

Kapolri tiba di Posko Pengungsian Konga, yang menampung sekitar 1.437 jiwa, yang terdiri dari berbagai kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan disabilitas. Jenderal Listyo Sigit memeriksa berbagai fasilitas di posko, termasuk tenda pengungsian, MCK, dapur umum, serta posko kesehatan dan trauma healing. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat pasca-erupsi dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

“Saya datang untuk memastikan penanganan di posko pengungsian ini berjalan baik dan sesuai dengan harapan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari kesehatan hingga psikologis,” ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya.

Salah satu momen yang mencuri perhatian saat Kapolri mengunjungi posko kesehatan. Wajahnya menunjukkan keprihatinan saat mendapati seorang anak terluka, dengan wajah dan mata kiri yang masih terbalut perban. Jenderal Sigit menyempatkan diri untuk berbicara dengan anak tersebut, memberikan semangat agar cepat pulih. “Cepat sembuh ya,” ujarnya sembari menyentuh bahu anak tersebut dengan penuh kasih sayang.

Tak hanya itu, Kapolri juga menyempatkan diri berbincang dengan para balita dan orang tua yang tengah mengungsi. Beliau memberikan kata-kata penyemangat dan mengingatkan mereka untuk tetap tabah dan kuat menghadapi musibah.

Di Posko Trauma Healing, Jenderal Listyo Sigit juga terlihat ceria berinteraksi dengan anak-anak pengungsi. Dia mengajak mereka bernyanyi bersama sebagai bagian dari kegiatan pemulihan psikologis yang dirancang untuk membantu mereka melupakan sejenak trauma akibat bencana. “Yang mau sekolah lagi siapa?” tanya Kapolri, yang langsung dijawab serempak oleh anak-anak, “Saya!”

Jenderal Sigit kemudian berjanji akan membantu memberikan bahan pelajaran sekolah kepada anak-anak agar mereka tetap bisa belajar meskipun dalam kondisi darurat. “Semoga semua tetap semangat dan bisa terus belajar, jangan sampai kehilangan semangat untuk sekolah,” imbuhnya.

Selain melakukan kunjungan ke posko pengungsian Konga, Kapolri juga membawa bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, sembako, susu, popok, pembalut, serta obat-obatan. Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga di posko.

“Kami berkomitmen untuk memastikan semua bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran. Tidak hanya bantuan fisik, tetapi juga bantuan moral dan psikologis bagi korban bencana,” tambah Jenderal Sigit.

Setelah meninjau Posko Pengungsian Konga, Kapolri direncanakan akan mengunjungi dua posko pengungsian lainnya, yaitu Posko Pengungsian Lewolaga dan Bokang. Di Posko Lewolaga, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 1.192 jiwa, sementara di Bokang terdapat 572 jiwa. Setiap posko memiliki fasilitas yang bervariasi, seperti tenda pengungsian, posko kesehatan, posko trauma healing, serta ruang belajar bagi anak-anak.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa pemulihan para korban erupsi Gunung Lewotobi bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga pemulihan psikologis. Dengan bantuan dan perhatian yang tepat, ia berharap masyarakat yang terdampak bisa segera bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.

“Saya berharap masyarakat yang terdampak bisa segera pulih, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. Trauma healing dan pendidikan sangat penting untuk anak-anak, sehingga mereka bisa melanjutkan kehidupan mereka dengan normal,” tutup Kapolri.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru