Jaga Malam Kemenangan, Puluhan Personel Polda Bali Amankan Takbiran di Masjid Ukhuwwah Denpasar
DENPASAR Sebanyak 52 personel gabungan dari Kepolisian Daerah Bali dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran di Masjid Ukh
NASIONAL
JAKARTA - Kemunculan mamalia laut yang diduga pesut Mahakam di perairan Desa Sei Paham, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ramai diperbincangkan setelah sebuah video amatir beredar di media sosial.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara menyebut satwa tersebut kemungkinan besar bukan pesut Mahakam, melainkan lumba-lumba berwarna putih yang berasal dari laut lepas.Baca Juga:
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) III Wilayah Kisaran, Suyono, mengatakan hasil pengamatan petugas menunjukkan lokasi kemunculan satwa tersebut berada sekitar 11 kilometer dari muara Sungai Asahan menuju Selat Malaka.
"Berdasarkan pemetaan digital, jarak dari Sungai Paham ke Muara Bagan Asahan sekitar 11 kilometer. Dugaan sementara, itu adalah lumba-lumba putih, bukan pesut Mahakam," kata Suyono, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Suyono, pesut Mahakam merupakan spesies endemik Sungai Mahakam di Kalimantan Timur dan kecil kemungkinan muncul di wilayah Sumatera Utara.
Meski memiliki kemiripan warna, karakteristik pesut Mahakam berbeda dengan lumba-lumba laut.
BKSDA Sumatera Utara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Asahan telah melakukan pencarian lanjutan pada Minggu, 11 Januari 2026.
Namun, satwa tersebut tidak kembali terlihat di lokasi awal kemunculan.
"Pada hari ketiga sudah tidak ditemukan lagi. Diduga lumba-lumba itu masuk ke sungai saat air pasang dan kembali ke laut. Pola seperti ini lazim terjadi pada lumba-lumba," ujar Suyono.
Ia menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan indikasi satwa terjebak atau terdampar.
Lumba-lumba terlihat berenang bebas sebelum akhirnya menghilang dari perairan sungai.
"Diduga kuat satwa tersebut sudah kembali ke laut lepas," katanya.
Suyono menambahkan, kewenangan terkait identifikasi dan pengelolaan konservasi satwa laut, termasuk lumba-lumba, kini berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hal itu sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 862 Tahun 2025 tentang pengalihan pengelolaan konservasi tumbuhan dan satwa liar tertentu.
"Untuk penjelasan lebih rinci mengenai jenis lumba-lumba, itu menjadi kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujar Suyono.*
(kp/ad)
DENPASAR Sebanyak 52 personel gabungan dari Kepolisian Daerah Bali dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran di Masjid Ukh
NASIONAL
DENPASAR Kepolisian Daerah Bali mengerahkan puluhan personel dalam rangka pengamanan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H
NASIONAL
DENPASAR Kepolisian Daerah Bali mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Kepolisian Resor Padangsidimpuan melalui Satuan Intelkam melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan b
EKONOMI
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
JAKARTA Facebook, yang kini berada di bawah payung Meta, meluncurkan program baru bernama Creator Fast Track yang menawarkan bayaran hingg
SAINS DAN TEKNOLOGI
WASHINGTON D.C. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pada Kamis (19/3/2026) bahwa dirinya telah memperingatkan Perda
INTERNASIONAL
ACEH BESAR Tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi renungan mendalam bagi umat Islam di penghujung bulan Ra
AGAMA
OlehMarsudin Nainggolan.ADA satu jenis hukuman yang tidak pernah dijatuhkan di ruang sidang, tetapi dampaknya bisa jauh lebih panjang dari
OPINI
JAKARTA Jelang Lebaran 2026, para pemain FC Mobile dapat merayakan dengan hadiah spesial dari EA Sports melalui serangkaian kode redeem te
ENTERTAINMENT