BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Surat Pilu Anak SD di Ngada Sebelum Akhiri Hidupnya Sendiri, Diduga karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Raman Krisna - Selasa, 03 Februari 2026 22:57 WIB
Surat Pilu Anak SD di Ngada Sebelum Akhiri Hidupnya Sendiri, Diduga karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Tulisan tangan YBS (10), seorang anak sekolah dasar berusia 10 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya sendiri di Kab. Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026). (foto: Dok. HUMAS POLRES NGADA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NGADA – Seorang anak sekolah dasar berusia 10 tahun, YBS, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di dekat pondok tempat tinggal neneknya, Kamis (29/1/2026).

Kematian YBS diduga dipicu tekanan psikologis akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Korban meminta uang kepada ibunya, MGT (47), untuk membeli buku tulis dan pena seharga Rp 10.000.

Baca Juga:

Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keluarga hidup dalam kondisi miskin ekstrem.

Sebelum meninggal, YBS meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan untuk ibunya.

Dalam surat itu, yang ditulis dalam Bahasa Bajawa dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, korban menulis:

"Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama menangis dan mencari saya. Selamat tinggal Mama."

Keluarga korban diketahui tinggal dalam kondisi sederhana.

Ibunda YBS, seorang orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan serabutan untuk menafkahi lima anak.

Untuk mengurangi beban keluarga, YBS sebelumnya sempat tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menanggapi peristiwa ini dengan rasa prihatin mendalam.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya memperkuat pendataan keluarga miskin ekstrem dan program perlindungan sosial untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bareskrim Geledah PT Shinhan Sekuritas, Terkait Kasus Dugaan Saham Gorengan
Satgas Kemendagri Gelombang I Rampung Tugas, Wagub Aceh Apresiasi Peran dalam Memulihkan Layanan Publik Aceh Tamiang
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tembus 6% di 2026: Menterinya Lebih Baik
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Bupati Humbahas Terbitkan SE Gerakan “Humbahas ASBI”!
Tukin Tidak Adil Menggerus Profesionalisme Dosen dan Masa Depan Pendidikan
FOP 2026 Resmi Dibuka, Pemko Binjai Dorong Sportivitas dan Karakter Pemimpin Pelajar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru