Tanjungbalai Bikin Kejutan, Masuk Tiga Besar Daerah dengan Capaian Investasi Terbaik di Sumut
PARAPAT Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Kepala Dinas DPMPTSP Usni Syahzuddin Sinaga menghadiri Pekan Inovasi
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Sejumlah planet di tata surya diperkirakan akan tampak berderet jika diamati dari Bumi pada 28 Februari 2026.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menyebut fenomena ini dikenal sebagai planetary parade.
Istilah tersebut kerap dimaknai sebagai kesejajaran planet.Baca Juga:
Namun secara astronomis, posisi itu bukan berarti seluruh planet berada dalam satu garis lurus sempurna.
Planet-planet hanya tampak berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Dalam peristiwa kali ini, Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus dapat diamati tanpa alat bantu optik jika kondisi langit cerah.
Adapun Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop untuk terlihat lebih jelas.
Fenomena ini tidak terjadi setiap tahun.
Bagi penggemar astronomi, momen tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan beberapa planet dalam satu rentang waktu pengamatan.
Mengutip laporan Live Science pada Jumat, 27 Februari 2026, pengamatan ideal dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit setelah Matahari terbenam.
Pengamat disarankan mencari lokasi dengan cakrawala barat yang terbuka dan minim polusi cahaya.
Merkurius dan Venus akan tampak rendah di dekat cakrawala barat, sementara Saturnus berada sedikit lebih tinggi.
Neptunus dapat ditemukan di sekitar Saturnus dengan bantuan teleskop.
Di langit selatan, Jupiter akan terlihat paling terang dengan cahaya putih stabil di area rasi Gemini.
Tiga bintang Sabuk Orion—Alnitak, Alnilam, dan Mintaka—diperkirakan berada di antara gugusan planet tersebut.
Uranus dapat diamati menggunakan teropong kecil. Letaknya berada di atas Sabuk Orion atau di bawah rasi Taurus yang menaungi gugus bintang Pleiades.
Keempat planet yang berada dekat cakrawala—Venus, Merkurius, Saturnus, dan Uranus—diperkirakan hanya bertahan sekitar 45 menit sebelum tenggelam.
Cara Membedakan Planet dan Bintang
Ilmuwan planet Sara Mazrouei dari Humber Polytechnic menjelaskan bahwa cahaya planet cenderung stabil dan tidak berkelip seperti bintang.
Karakteristik ini menjadi cara paling mudah untuk membedakan keduanya dengan mata telanjang.
Sementara itu, ilmuwan planet Emily Elizondo dari Michigan State University menyebut momen seperti ini memberikan pengalaman visual yang menghubungkan manusia modern dengan para astronom masa lampau, yang mengandalkan pengamatan langsung untuk memahami alam semesta.
Pada periode yang sama, Bulan sabit juga akan tampak membesar dan bergerak mendekati Gugus Beehive (M44/NGC 2632), gugusan yang berisi sekitar seribu bintang dan berjarak sekitar 577 tahun cahaya dari tata surya.
Perpaduan parade planet dan kehadiran gugus bintang tersebut menjadikan akhir Februari 2026 sebagai waktu yang menarik bagi pengamat langit malam.*
(mi/ad)
PARAPAT Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Kepala Dinas DPMPTSP Usni Syahzuddin Sinaga menghadiri Pekan Inovasi
PEMERINTAHAN
PARAPAT Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2026 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Sen
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Tim Nasional Indonesia U19 harus menghentikan langkahnya di semifinal Piala AFF U19 2026 setelah kalah tipis dari Australi
OLAHRAGA
JAKARTA Aparat keamanan menyiagakan sebanyak 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang digelar sejumlah elemen maha
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk kebutuhan angga
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebuah rumah toko (ruko) yang digunakan sebagai tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran dan gas elpiji di Jalan PDAM Tirta
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan ba
EKONOMI
BANDA ACEH Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Aceh diprakirakan bervariasi pada hari ini. Sebagian besar daerah berpotensi mengal
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan disertai petir. Masyarakat d
NASIONAL
JAKARTA Sebagian besar wilayah Daerah Khusus Jakarta diprakirakan mengalami cuaca berawan sepanjang hari. Namun, hujan ringan berpotensi
NASIONAL