BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

Aksi May Day di Bandung Berujung Ricuh! 150 Orang Berbaju Hitam Bakar Pos Polisi dan Rusak Fasilitas, Polisi: Bukan Buruh, Bawa Bahan Bakar

Nurul - Jumat, 01 Mei 2026 23:00 WIB
Aksi May Day di Bandung Berujung Ricuh! 150 Orang Berbaju Hitam Bakar Pos Polisi dan Rusak Fasilitas, Polisi: Bukan Buruh, Bawa Bahan Bakar
Massa berpakaian serba hitam merusak sejumlah fasilitas publik hingga membakar pos polisi di kawasan Simpang Tamansari pada Jumat malam, 1 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG — Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, berujung ricuh pada Jumat malam, 1 Mei 2026.

Sekelompok massa berpakaian serba hitam merusak sejumlah fasilitas publik hingga membakar pos polisi di kawasan Simpang Tamansari.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, kelompok tersebut diduga bukan bagian dari massa aksi buruh yang melakukan demonstrasi sejak siang hari.

Baca Juga:

Mereka muncul menjelang malam dengan ciri mengenakan pakaian hitam dan menutup wajah.

"Ciri-cirinya berpakaian hitam, menutup muka untuk menghindari identitas, serta membawa bahan bakar," kata Rudi kepada wartawan di Bandung.

Menurut dia, sedikitnya sekitar 150 orang terlibat dalam aksi tersebut.

Massa diduga membawa botol berisi bahan bakar yang menyerupai molotov dan menyiramkannya ke sejumlah titik sebelum melakukan pembakaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 18.45 WIB, sebuah pos polisi di sekitar Simpang Tamansari dibakar.

Api juga terlihat menyala di tengah ruas jalan, menimbulkan asap tebal yang membubung ke udara. Sejumlah petasan turut dinyalakan, memperkeruh situasi.

Selain pembakaran, massa juga merusak berbagai fasilitas umum, termasuk videotron, lampu lalu lintas, dan sarana publik lainnya.

Aksi tersebut sempat diwarnai sweeping terhadap warga di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di kawasan Tamansari terganggu.

Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju, bahkan sebagian pengendara memilih memutar arah untuk menghindari kerumunan.

Rudi menegaskan, tindakan tersebut merupakan aksi kriminal yang membahayakan masyarakat.

Ia memastikan aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus menjaga situasi keamanan.

"Ini perbuatan kriminal. Kami berkewajiban melindungi masyarakat. Negara hadir untuk memberikan rasa aman," ujarnya.

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, massa berangsur membubar.

Aparat kepolisian tetap disiagakan di lokasi untuk mengamankan situasi dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Banyak Perusahaan di Sumut Bayar di Bawah UMR, Bobby Nasution: Tim Pengawas Kurang
Diduga Hendak Rusuh Saat May Day, 101 Orang Diamankan Polda Metro Jaya
May Day 2026 di Medan, Wali Kota Rico Waas: Buruh adalah Denyut Nadi Ekonomi
Peringatan Hari Buruh, Pemkot Tanjungbalai Janjikan Pengawasan Upah dan Perluasan Lapangan Kerja
Di Hadapan Ribuan Buruh, Prabowo Curhat 4 Kali Kalah Pilpres: Tapi Buruh, Petani, dan Nelayan Selalu Bersama Saya!
Prabowo Naikkan Anggaran Perlinsos 2026 Jadi Rp 508,2 Triliun untuk Buruh dan Rakyat Kecil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru