Minggu Pertama Puasa, 245 KK Korban Bencana Tapsel Bisa Tinggal di Huntara Nyaman
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
SUKABUMI -Sebanyak 71 nelayan terjebak di dermaga besi bekas PT Sumber Baja Prima (SBP) di Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah akses menuju lokasi terputus akibat gelombang setinggi 3 hingga 5 meter. Insiden ini terjadi pada Rabu (16/10/2024) pagi, dan hingga kini tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Menurut Humas Basarnas Jakarta, Ramli Prasetyo, pihaknya telah berdiskusi dengan Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, untuk merumuskan rencana evakuasi. “Ada dua opsi yang bisa dilakukan. Pertama, jika memungkinkan, kita akan menggunakan perahu nelayan untuk merapat ke dermaga dan mengevakuasi korban dari sana,” ujarnya dalam pernyataan yang dilansir oleh detikJabar.
Namun, kondisi gelombang yang terus menghantam perairan Tegalbuleud membuat evakuasi menggunakan kapal menjadi sulit. “Jika menggunakan helikopter, kita akan membawa mereka ke Ujunggenteng, tepatnya di lokasi Sat Radar. Ini menjadi opsi paling aman saat ini, mengingat merapat ke dermaga Tegalbuleud belum memungkinkan,” jelas Ramli.
Proses penyelamatan ini menjadi semakin mendesak setelah laporan awal mengenai hilangnya tiga nelayan. Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa insiden di dermaga tersebut melibatkan dua kejadian. Pertama, empat nelayan terjatuh ke laut akibat gelombang besar yang menghantam dermaga yang sudah lama rusak, di mana satu orang berhasil menyelamatkan diri sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Kedua, sebanyak 71 nelayan lainnya terjebak di dermaga karena cuaca ekstrem yang menghalangi akses mereka.
“Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proses evakuasi, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” tambah Tenda. Tim SAR gabungan tetap bersiaga di lokasi dan terus memantau perkembangan cuaca untuk menentukan waktu yang tepat untuk melanjutkan evakuasi.
Para nelayan yang terjebak tersebut kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan, dan keluarga mereka menanti kabar baik mengenai keselamatan anggota mereka. Dalam situasi cuaca ekstrem seperti ini, keselamatan para nelayan menjadi prioritas utama.
Kepala Desa Tegalbuleud, Ahmad, menyampaikan harapan agar cuaca segera membaik sehingga proses evakuasi dapat dilanjutkan dengan aman. “Kami semua berdoa agar para nelayan yang terjebak dapat segera diselamatkan dan kondisi cuaca juga membaik,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas melaut, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan diri mereka di laut. Tim SAR akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan semua nelayan yang terjebak dapat kembali ke pelukan keluarga mereka dengan selamat.
(N/014)
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
PADANG Delapan remaja dilaporkan terjebak air bah di Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tanga
PERISTIWA
PADANG Malam ini, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang melaksanakan salat tarawih pertama di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah sa
AGAMA
JAKARTA Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dokter Tifa membeberkan hasil penelitiannya terkait ijazah Joko Widodo. Ia mengungkap setid
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026), menyebabkan beberapa titik kembali terendam banjir. Sal
PERISTIWA
TAPANULI TENGAH Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan banjir melanda seluruh kecamatan di wilayahnya akibat hujan merata
PERISTIWA
PEKALONGAN Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada S
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan punggahan yang digelar di Jalan
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas olahraga te
OLAHRAGA