BREAKING NEWS
Jumat, 18 September 2026

Kemarau Panjang Hantam Aceh Besar, Petani Terancam Gagal Panen dan Krisis Air Kian Meluas

T.Jamaluddin - Minggu, 02 Agustus 2026 15:31 WIB
Kemarau Panjang Hantam Aceh Besar, Petani Terancam Gagal Panen dan Krisis Air Kian Meluas
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESARKekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian, kondisi tersebut juga mulai berdampak pada pasokan air bersih bagi masyarakat.

Pantauan di lapangan pada Minggu (2/8/2026) menunjukkan lahan persawahan di sejumlah desa mengalami kekeringan parah. Tanah yang sebelumnya ditanami padi kini mengering dan retak-retak, sehingga petani terancam mengalami gagal panen.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Gampong Seubun Ayon, Kecamatan Lhoknga. Kondisi serupa juga terlihat di Gampong Nusa dan Gampong Mon Ikeun, di mana lahan sawah mengering, rumput berubah kecokelatan, dan tanaman padi mulai mengalami kerusakan akibat minimnya pasokan air.

Baca Juga:

Seorang warga Gampong Mon Ikeun, Muslim (57), mengatakan musim kemarau tahun ini terasa jauh lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kemarau tahun ini sangat terasa parah dibandingkan tahun lalu. Cuacanya jauh lebih panas," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat para petani pasrah karena hasil panen yang diharapkan diperkirakan tidak dapat diselamatkan apabila hujan tidak segera turun dalam waktu dekat.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Aceh Besar Muharam Idris atau yang dikenal sebagai Syeh Muharam sebelumnya telah mengimbau para ulama dayah, santri, dan masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan.

Seruan tersebut disampaikan sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.

Tak hanya berdampak pada sektor pertanian, kekeringan juga mulai memengaruhi ketersediaan air bersih. Sumber air milik PDAM Tirta Mountala dilaporkan mulai mengalami penurunan debit, sehingga distribusi air ke sejumlah wilayah tidak lagi optimal.


(Muslim ( 57 ) warga Mon Ikeun Kecamatan Lhok Nga mengatakan Bupati sudah menghimbau masyarakat MonIkeun untuk melaksanakan Solat Istisqa ( Solat Minta Hujan).

Di Kecamatan Peukan Bada, misalnya, sejumlah sumur warga mulai mengering. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dody Hanggodo Siapkan 10.789 Sumur Bor untuk Hadapi Ancaman Kekeringan
Festival Bunga dan Buah 2026 di Berastagi Meriah! Tampilkan Mobil Hias, Budaya Karo, dan Hasil Pertanian
Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Beras, Sebut Ada Perusahaan Raup Rp2 Triliun per Bulan
Kemarau Melanda Aceh Besar, Sumur Warga Mulai Kering dan Pasokan Air PDAM Tirta Montala Tersendat
Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani
Kursi Wamentan Masih Kosong, Amran Serahkan Penentuan Pengganti kepada Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru