BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

Keracunan MBG Bikin Trauma, Siswa Karo Ogah Lagi Santap Makanan Gratis

Nurul - Sabtu, 15 Agustus 2026 15:06 WIB
Keracunan MBG Bikin Trauma, Siswa Karo Ogah Lagi Santap Makanan Gratis
Menu MBG di SMA Negeri 1 Berastagi, yang diduga sebabkan keracunan ratusan siswa. (foto: Megawati Sirait/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Pengalaman keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Aldy Prayoga, trauma.

Aldy yang masih menjalani perawatan di RSUD Kabanjahe mengaku tidak ingin kembali mengonsumsi menu MBG setelah kondisi tubuhnya memburuk beberapa jam setelah makan.

"Trauma bang," ujar Aldy, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga:

Jika kondisi tubuhnya telah pulih dan kembali bersekolah, Aldy mengatakan akan memilih membawa makanan dari rumah atau membeli makanan di sekolah untuk memenuhi kebutuhan makan siang.

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," katanya.

Sebelumnya, ratusan siswa dari SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama di Kabupaten Karo mengalami keracunan massal yang diduga berkaitan dengan makanan program MBG pada Kamis (13/8/2026).

Aldy mengatakan keluhan mulai dirasakan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Awalnya, ia merasakan gatal di bagian dalam leher. Keluhan kemudian disusul pusing dan sakit perut yang semakin parah beberapa jam setelah makan.

Saat berada di sekolah, guru meminta siswa menghentikan konsumsi makanan setelah mengetahui ada pelajar yang mengalami keluhan gatal.

"Awalnya saya gatal-gatal di leher, habis itu pusing, sama sakit perut. Tapi pas di sekolah masih bisa tertahan, di rumah lah baru sakit kali perutnya baru dibawa ke rumah sakit," imbuh Aldy.

"Pas makan langsung dibilang, siapa yang udah kena gatal-gatal, langsung ke UKS. Jangan lagi dilanjutkan makan yang sudah makan, dan yang belum makan jangan dimakan MBGnya," tambahnya.

Aldy kemudian menuju UKS karena mengalami keluhan serupa.

Di tempat tersebut, ia melihat sejumlah siswa lain mengalami kondisi yang lebih parah.

"Sampai UKS itu langsung ada orang kejang-kejang. Makanya langsung dilarikan ke rumah sakit," jelasnya.

Para siswa yang kondisinya memburuk kemudian dievakuasi dan dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Aldy, kejadian tersebut merupakan keracunan massal pertama selama dirinya mengonsumsi makanan yang disediakan SPPG Sempajaya.

Ia mengatakan, sebelumnya makanan yang diberikan melalui SPPG tersebut tidak pernah menimbulkan keluhan dari siswa maupun guru.

"Baru kali ini bang, selama ini juga aman-aman aja makanannya," terang Aldy.

Aldy juga mengatakan tidak ada kecurigaan sebelum kejadian karena makanan MBG selama ini diterima siswa tanpa persoalan.

Namun, saat membuka wadah makanan pada Kamis, ia mencium aroma seperti bau busuk dari ikan yang disajikan.

Ketika disantap, ikan tersebut menurut Aldy juga terasa asam, baik pada bagian sambal maupun dagingnya.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk seorang siswi yang diduga mengalami keracunan MBG di Rumah Sakit Umum Haji Medan, Jumat (14/8/2026) malam.

Bobby mengatakan kondisi fisik siswi tersebut telah membaik. Sebelumnya, siswi itu sempat mengalami penurunan kesadaran.

Siswi yang menjalani perawatan merupakan pelajar perempuan kelas 12 SMK Negeri 1 Karo.

Orang tuanya juga telah mendampingi selama menjalani perawatan.

"Secara medis tanya dokter tapi untuk visual sampaikan tadi memang adek kita lebih parah daripada yang lain. Yang lain ada yang bisa pulang, adek ini awalnya di RS Efarina Berastagi, tapi dirujuk ke sini (RS Haji). Karena sempat alami penurunan kesadaran," ujar Bobby, Sabtu (15/8/2026).

Bobby meminta pihak Rumah Sakit Haji memberikan pengawasan dan perawatan intensif terhadap siswi tersebut.

"Jadi kita minta tadi dirawat intensif, setiap menit dan reaksinya masih harus diperhatikan," jelasnya.

Bobby juga bertemu dengan wali murid dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang dialami anaknya.

"Orangtuanya juga baru sampe belum ada persiapan bawa baju segala macam, tapi kami sampaikan permohonan maaf dan minta jangan salahkan siapa pun, kami dari pemerintah provinsi tetap sampaikan permintaan maaf dan pastikan rawat siswa sampai pulih total," pungkasnya.

Kasus keracunan massal tersebut masih menjadi perhatian pemerintah.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Korban Gempa M 7,7 NTT Terus Bertambah: 20 Orang Tewas, Dua Warga Diduga Masih Tertimbun
Jelang HUT ke-81 RI, Rico Waas Gerakkan Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan Medan
Pendaftaran Perlinsos Medan Baru 35 Persen, Pemko Genjot Pendataan dengan Sistem Jemput Bola
Pemerintah Siapkan Rp100,17 Triliun untuk Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2028
DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Bupati Tak Hadir
Bobby Nasution Jenguk Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG, Kondisinya Lebih Parah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru