BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

Aktivitas Menurun, Tapi Sinabung Masih Siaga: Ini Radius Bahaya Terbarunya

Administrator - Senin, 07 September 2026 09:21 WIB
Aktivitas Menurun, Tapi Sinabung Masih Siaga: Ini Radius Bahaya Terbarunya
Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (foto: Pemkab Karo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menunjukkan tren penurunan setelah erupsi yang terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026.

Penurunan aktivitas terlihat dari jumlah kegempaan dan kondisi visual asap dari puncak gunung yang terpantau selama sepekan terakhir hingga Minggu, 6 September 2026.

Meski aktivitas cenderung menurun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi.

Baca Juga:

Status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan kondisi tersebut, PVMBG menerbitkan rekomendasi terbaru mengenai perubahan radius zona bahaya Gunung Sinabung.

Rekomendasi itu tertuang dalam Laporan Khusus Nomor 1513.Lap/GL.03/BGL/2026 dan telah disebarkan melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung pada 6 September 2026.

"Perubahan radius zona rekomendasi Gunung Sinabung, Sumatera Utara Level III (Siaga) tanggal 6 September 2026 Pukul 12.00 WIB Gunungapi Sinabung merupakan gunungapi aktif yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Tingkat aktivitas Gunungapi Sinabung pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026," dikutip dalam surat rekomendasi PVMBG.

PVMBG melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas Gunung Sinabung hingga 6 September 2026.

Dari hasil pemantauan tersebut, asap kawah masih terlihat dari puncak.


Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak kawah.

Pemantauan menggunakan pesawat nir-awak atau drone juga tidak menemukan adanya pertumbuhan kubah lava baru di pusat erupsi Gunung Sinabung.

Selain itu, tidak terekam kejadian gempa guguran yang menunjukkan kondisi kubah lava lama masih relatif stabil.

Pertumbuhan kubah lava yang berpotensi mengalami runtuhan atau collapse biasanya ditandai dengan meningkatnya kegempaan jenis Hybrid dan Low Frequency.

Namun, hingga saat ini peningkatan tersebut belum terjadi.

Sementara itu, gempa yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan di kedalaman dangkal, yakni gempa vulkanik dalam (VA) dan vulkanik dangkal (VB), masih terekam meski jumlahnya tidak signifikan.

Gas sulfur dioksida atau SO2 juga masih terpantau dalam jumlah tinggi.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental tersebut, PVMBG menyimpulkan aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada tingkat tinggi sehingga statusnya tetap Level III atau Siaga.

Seiring adanya perubahan aktivitas Gunung Sinabung, PVMBG mengubah radius zona rekomendasi bagi masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 6 kilometer untuk sektor selatan-timur.

Dalam rekomendasi terbaru, radius dari puncak tetap 3 kilometer. Namun, radius sektoral untuk sektor selatan-timur dipersempit menjadi 5 kilometer.

Perubahan tersebut berlaku mulai 6 September 2026 pukul 12.00 WIB.

PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Larangan juga berlaku pada radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

Meski radius rekomendasi mengalami perubahan, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi bahaya erupsi.

Ancaman dapat berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu vulkanik. Selain itu, terdapat potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan.

Aliran lahar dapat melintasi sungai-sungai di sektor barat daya yang berhulu di kawasan puncak Gunung Sinabung.

Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan diminta tetap mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari PVMBG.

Pemerintah daerah, termasuk BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo, juga diminta terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut.* (tm/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
113 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Mengapa Belum Ada Korporasi yang Dijerat?
Imbas Erupsi Anak Krakatau, BGN Setop Sementara Distribusi MBG bagi Siswa PJJ
5 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga pada 7 September 2026, Ini Daftarnya
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Ini Perintah Presiden Prabowo
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Seberapa Besar Potensi Tsunami di Selat Sunda?
Kecelakaan Bongkar Ladang Ganja di Karo, Polisi Sita 12 Batang Siap Panen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru