BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

Hujan Es Hebohkan Medan Johor, BBMKG Ungkap Penyebab dan Ciri-cirinya

Administrator - Kamis, 24 September 2026 11:02 WIB
Hujan Es Hebohkan Medan Johor, BBMKG Ungkap Penyebab dan Ciri-cirinya
Fenomena hujan es terjadi di kawasan Medan Johor dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Rabu sore, 23 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Fenomena hujan es terjadi di kawasan Medan Johor dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Rabu sore, 23 September 2026.

Hujan yang turun disertai bongkahan kecil mirip es tersebut sempat membuat warga heboh.

Video yang memperlihatkan hujan membawa bongkahan-bongkahan kecil mirip es juga beredar di media sosial.

Baca Juga:

Hujan deras melanda sebagian wilayah Kota Medan sekitar sore hari. Selain intensitas hujan yang tinggi, kondisi tersebut juga disertai angin kencang.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, membenarkan terjadinya hujan es di sebagian wilayah Medan.

Menurut Hendro, fenomena hujan es umumnya berkaitan dengan pertumbuhan awan Kumulonimbus.

"Berdasarkan data pengamatan dari BBMKG Wilayah I sekitar pukul 15.20 WIB, terjadi hujan lebat di sebagian wilayah kota Medan yang disertai dengan angin cukup kencang mencapai 19 knot," kata Hendro, Rabu (23/9/2026) sore.

Hendro menjelaskan terdapat sejumlah ciri yang dapat diamati sebelum fenomena hujan es terjadi.

Langit biasanya berubah dengan cepat menjadi gelap atau pekat. Setelah itu, angin dapat tiba-tiba menguat dan berubah arah.

"Pada jam 15.00 WIB pengamatan angin calm, dan kemudian pada jam 15.30 berubah menjadi 19 knot. Suhu udara terasa lebih dingin secara tiba-tiba," perinci Hendro.

Perubahan suhu juga terjadi dalam waktu relatif singkat. Pada pukul 15.00 WIB, suhu udara tercatat 32,6 derajat Celsius. Selanjutnya suhu turun menjadi 26 derajat Celsius.

Hujan kemudian turun dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

"Berdasarkan citra radar Medan tampak potensi hujan lebat di sekitar Medan Johor dan sekitarnya," tutur Hendro.

Menurut analisis angin BBMKG, terdapat konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Utara, terutama di kawasan pesisir timur.

"Labilitas udara juga cukup labil sehingga potensi munculnya awan-awan hujan cukup tinggi," jelasnya.

Fenomena hujan es tersebut juga disaksikan warga.

Salah satu saksi mata, Saul, 25 tahun, mengatakan dirinya sedang berada di sebuah bengkel Vespa bersama teman-temannya ketika hujan turun.

"Tadi kami di bengkel sekitar pukul 15.30 WIB. Sore itulah nonstop itu hujan esnya," kata Saul, Rabu (23/9/2026) sore.

Menurut Saul, suara bongkahan es yang menghantam atap seng terdengar cukup keras sehingga membuat sejumlah warga terkejut.

"Memang betul-betul kuat tuh dengar suaranya di seng, 'tak tak tak' suara hujan esnya. Saya lihat sendiri karena sempat masuk ke bengkel kami. Saat dilihat, ternyata benar hujan es," lanjutnya.

Saul mengatakan baru kali ini melihat langsung fenomena hujan es selama tinggal di Medan Johor.

"Bongkahan esnya saya lihat variasi ukurannya. Ada yang kecil, ada yang besar juga. Ada sempat juga divideokan tadi. Memang betul pas mobil lewat pun tampak percikannya kena mobil," ungkap Saul.

Menurut dia, hujan awalnya hanya berupa gerimis. Intensitas hujan kemudian meningkat hingga suara benturan pada atap seng terdengar semakin keras.

"Bahkan, sempat mengira ini hujan deras biasa dibarengi dengan angin. Tapi, 10 menit setelahnya baru mulai terasa, kok suara sengnya beda. Kayak ada dilempar-lempar batu dari langit," jelasnya.

Saul mengatakan tidak melihat adanya rumah maupun kendaraan warga yang mengalami kerusakan.

Hujan es tersebut, kata dia, berlangsung sekitar setengah jam.* (tm/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Infinix XBOOK 14 NEO Resmi Meluncur di Indonesia! Laptop Ringan, Harga Mulai Rp7,99 Juta
Massa Kembali Datangi ATR/BPN, Tagih Tindak Lanjut Sengketa Lahan PT Musim Mas di Medan
Program BERLAYAR Hadir di Tanjung Tiram, Bupati Batu Bara Dekatkan Pelayanan Publik ke Warga
Desa Sengon Sari Asahan Ikuti Evaluasi Lomba LBS, Wabup Rianto Harap Jadi yang Terbaik di Sumut
Rupiah Terus Tertekan, Dibuka Turun 43 Poin ke Rp17.861 per Dolar AS
IHSG Dibuka Melemah 0,46% ke 6.345, BUMI hingga ANTM Masuk Zona Merah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Satu Atap, Dua Majikan

Satu Atap, Dua Majikan

OlehMuhammad IkmalRABU (23/9/2026), Kementerian Keuangan menggelar konsultasi publik Rancangan Peraturan Presiden tentang pengalihan pembin

OPINI