BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

2 Kali Masuk PICU Hingga Dinding Lambung Retak, Siswi Korban Keracunan MBG Karo Masih Trauma

Administrator - Kamis, 24 September 2026 16:31 WIB
2 Kali Masuk PICU Hingga Dinding Lambung Retak, Siswi Korban Keracunan MBG Karo Masih Trauma
Krismas Dayanti Br Sihite, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjalani proses pemulihan. (Foto: metro24)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO - Krismas Dayanti Br Sihite, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjalani proses pemulihan. Lebih dari satu bulan setelah kejadian, Krismas disebut masih mengalami sejumlah keluhan dan telah dua kali menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Haji Medan.

Kakak Krismas, Winda Sihite, mengatakan kondisi adiknya belum menunjukkan perubahan yang berarti meski telah menjalani pengobatan selama lebih dari satu bulan.

"Sudah satu bulan lebih adik kami Krismas dalam proses penyembuhan, tapi tidak ada perubahan. Tiap hari ada terus keluhannya," ujar Winda.

Baca Juga:

Menurut Winda, keluarga terus berupaya mendukung proses pemulihan Krismas, termasuk mengatur pola makan dan menjaga kondisi psikologisnya agar tetap tenang.

"Pola makan sudah diatur, tidak lagi makan sembarangan. Kami keluarga juga berusaha menghibur adik kami ini biar tidak terlalu banyak berpikir, supaya dia lebih tenang dan fokus untuk proses penyembuhannya," katanya.

Saat ini, Krismas masih mengeluhkan sakit pada bagian perut dan kepala serta rasa panas di ulu hati.

"Keluhannya perut sakit, ulu hati panas, kepala pusing," ujar Winda.

Krismas sebelumnya juga telah menjalani pemeriksaan endoskopi. Berdasarkan penjelasan yang diterima keluarga, pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya masalah pada lambung.

"Hasil endoskopi lambung adik luka semua, dinding lambungnya retak, kata dokter," ungkap Winda.

Selain pemeriksaan fisik, keluarga juga membawa Krismas untuk menjalani pemeriksaan terkait kondisi psikologis. Winda mengatakan berdasarkan penjelasan yang diterima keluarga, Krismas disebut mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Pemeriksaan dilakukan oleh psikiater dr. Sarah dan psikolog dr. Anggi. Winda juga menyebut keluarga mendapat penjelasan bahwa dari pemeriksaan psikiatri, Krismas disebut mengalami delirium.

Sementara itu, hasil pemeriksaan EEG dan MRI disebut normal. Menurut penjelasan yang diterima keluarga, kondisi yang dialami Krismas tidak terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut sehingga dia tetap membutuhkan pendampingan psikolog.

Winda berharap Krismas mendapatkan perawatan dan obat-obatan yang tepat sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas serta melanjutkan sekolah.

"Saya berharap perawatan dan obat yang diberikan sudah obat yang terbaik buat kesembuhannya. Kami hanya ingin Krismas segera pulih dan kembali menjalani aktivitas dan melanjutkan sekolah," harapnya.

Krismas Jalani Kontrol Lanjutan

Pada Kamis (24/9/2026), keluarga kembali membawa Krismas ke RS Haji Medan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Hal itu sesuai Surat Keterangan Kontrol Rawat Inap yang diterbitkan UPTD Khusus RS Haji Medan. Dalam surat tersebut tercatat Krismas menjalani rawat inap sejak 10 September hingga 19 September 2026.

Surat itu ditujukan kepada dr. Beatrix Siregar dengan jadwal kontrol di Poliklinik Nefrologi Anak. Dokumen tersebut juga menyebutkan pasien belum dapat dikembalikan ke fasilitas perujuk karena masih memerlukan evaluasi perkembangan.

Dalam surat kontrol tercantum sejumlah kondisi medis, antara lain kolik abdomen, demam dengan riwayat intoksikasi, post food intoxication, non-seizure, faringitis, infeksi saluran kemih, gastritis erosif, organic hallucination (F06.0), serta infeksi saluran kemih dengan keterangan Enterococcus faecalis.

Dokumen tersebut menunjukkan Krismas masih memerlukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian yang dialami Krismas sendiri terjadi pada 13 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari kasus dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah siswa di Kabupaten Karo.* (sp/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dugaan Keracunan MBG di Batang, Korban Capai 300 Orang dari Bayi hingga Lansia
Hari Anak Nasional ke-42, Bupati Batu Bara: Anak Harus Dididik Jadi Generasi Cerdas, Berakhlak dan Berdaya Saing
Ganti Baju di Sekolah usai Seberangi Sungai 1 Km, Siswa Nias Selatan: Jalan Lebih Penting daripada MBG
Sapu Bersih Dapur Kotor dan Tak Layak, BGN Suspend Rata-Rata 30 Pengelola MBG Setiap Hari
Gunung Sinabung Guncang 14 Kali dalam 6 Jam, TNI-Polri Perketat Patroli di Zona Merah
Alami Nyeri Perut Parah Buntut Keracunan MBG, Siswi SMK Karo Dilarikan ke RSU Haji Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru