Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Ketum Bhayangkari Kucurkan 6.000 Sembako Hingga Bantuan Stunting
KUALASIMPANG Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo menyerahkan 6.000 paket sembako kepada masyarakat di Aceh dalam rangka mempe
PEMERINTAHAN
KARO - Krismas Dayanti Br Sihite, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjalani proses pemulihan. Lebih dari satu bulan setelah kejadian, Krismas disebut masih mengalami sejumlah keluhan dan telah dua kali menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Haji Medan.
Kakak Krismas, Winda Sihite, mengatakan kondisi adiknya belum menunjukkan perubahan yang berarti meski telah menjalani pengobatan selama lebih dari satu bulan.
"Sudah satu bulan lebih adik kami Krismas dalam proses penyembuhan, tapi tidak ada perubahan. Tiap hari ada terus keluhannya," ujar Winda.Baca Juga:
Menurut Winda, keluarga terus berupaya mendukung proses pemulihan Krismas, termasuk mengatur pola makan dan menjaga kondisi psikologisnya agar tetap tenang.
"Pola makan sudah diatur, tidak lagi makan sembarangan. Kami keluarga juga berusaha menghibur adik kami ini biar tidak terlalu banyak berpikir, supaya dia lebih tenang dan fokus untuk proses penyembuhannya," katanya.
Saat ini, Krismas masih mengeluhkan sakit pada bagian perut dan kepala serta rasa panas di ulu hati.
"Keluhannya perut sakit, ulu hati panas, kepala pusing," ujar Winda.
Krismas sebelumnya juga telah menjalani pemeriksaan endoskopi. Berdasarkan penjelasan yang diterima keluarga, pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya masalah pada lambung.
"Hasil endoskopi lambung adik luka semua, dinding lambungnya retak, kata dokter," ungkap Winda.
Selain pemeriksaan fisik, keluarga juga membawa Krismas untuk menjalani pemeriksaan terkait kondisi psikologis. Winda mengatakan berdasarkan penjelasan yang diterima keluarga, Krismas disebut mengalami trauma setelah kejadian tersebut.
Pemeriksaan dilakukan oleh psikiater dr. Sarah dan psikolog dr. Anggi. Winda juga menyebut keluarga mendapat penjelasan bahwa dari pemeriksaan psikiatri, Krismas disebut mengalami delirium.
Sementara itu, hasil pemeriksaan EEG dan MRI disebut normal. Menurut penjelasan yang diterima keluarga, kondisi yang dialami Krismas tidak terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut sehingga dia tetap membutuhkan pendampingan psikolog.
Winda berharap Krismas mendapatkan perawatan dan obat-obatan yang tepat sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas serta melanjutkan sekolah.
"Saya berharap perawatan dan obat yang diberikan sudah obat yang terbaik buat kesembuhannya. Kami hanya ingin Krismas segera pulih dan kembali menjalani aktivitas dan melanjutkan sekolah," harapnya.
Krismas Jalani Kontrol Lanjutan
Pada Kamis (24/9/2026), keluarga kembali membawa Krismas ke RS Haji Medan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hal itu sesuai Surat Keterangan Kontrol Rawat Inap yang diterbitkan UPTD Khusus RS Haji Medan. Dalam surat tersebut tercatat Krismas menjalani rawat inap sejak 10 September hingga 19 September 2026.
Surat itu ditujukan kepada dr. Beatrix Siregar dengan jadwal kontrol di Poliklinik Nefrologi Anak. Dokumen tersebut juga menyebutkan pasien belum dapat dikembalikan ke fasilitas perujuk karena masih memerlukan evaluasi perkembangan.
Dalam surat kontrol tercantum sejumlah kondisi medis, antara lain kolik abdomen, demam dengan riwayat intoksikasi, post food intoxication, non-seizure, faringitis, infeksi saluran kemih, gastritis erosif, organic hallucination (F06.0), serta infeksi saluran kemih dengan keterangan Enterococcus faecalis.
Dokumen tersebut menunjukkan Krismas masih memerlukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Kejadian yang dialami Krismas sendiri terjadi pada 13 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari kasus dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah siswa di Kabupaten Karo.* (sp/dh)
KUALASIMPANG Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo menyerahkan 6.000 paket sembako kepada masyarakat di Aceh dalam rangka mempe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Nelayan Indah
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Nelayan Indah
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan terhadap atlet penyandang disabilitas intelektual yang akan membawa nam
OLAHRAGA
BOGOR Ombudsman RI menemukan sejumlah fasilitas yang disebut menyerupai hunian apartemen di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung inovasi digitalisasi pengawasan internal yang digagas Inspektur Kota Medan sekali
PEMERINTAHAN
MEDAN Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara menyoroti tingginya biaya logistik di wilayah tersebut yang disebut mencapai sekita
EKONOMI
BELAWAN Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan mengungkap tiga kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah hukumnya. Da
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polisi menangkap dua dari enam pelaku yang diduga mencuri lima unit outdoor AC di Rumah Sakit Wahyu, Jalan Padang, Medan Tembung. Da
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Seorang pedagang pakaian bekas atau monza di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, mengaku dipukul oleh oknum aparat berinisial
HUKUM DAN KRIMINAL