Usai Konflik Timur Tengah, 24.022 Jemaah Umrah Indonesia Sukses Pulang ke Tanah Air
JAKARTA Sebanyak 24.022 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air setelah melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Kepulangan je
INTERNASIONAL
MEDAN -Anggota DPRD Sumatera Utara Ahmad Darwis mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menuntaskan masalah banjir yang kerap melanda kota ini. Dalam keterangannya kepada Waspada, Darwis menegaskan bahwa penanganan banjir yang berulang kali terjadi harus segera mendapatkan solusi komprehensif. Menurutnya, salah satu langkah penting adalah perbaikan sistem drainase secara menyeluruh, termasuk pembersihan rutin dan peremajaan infrastruktur drainase yang sudah tua atau tidak berfungsi dengan baik.
“Harus secepatnya dituntaskan, karena masalah banjir ini cukup kompleks, berulang-ulang, dan penanganannya terkesan tidak pernah berakhir,” kata Ahmad Darwis. Ia juga menambahkan bahwa sistem drainase di Medan sering kali tidak memadai, yang menyebabkan banjir setiap kali musim penghujan tiba.
Masalah Drainase dan Penyebab BanjirMenurut Darwis, penyebab utama banjir di Kota Medan adalah sistem drainase yang tidak memadai. “Sistem drainase di Medan sering kali tersumbat oleh sampah, sedimen, dan minimnya pemeliharaan. Ini menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga menyebabkan genangan,” jelasnya.
Dia juga mencatat bahwa tingginya curah hujan yang sering melanda Medan dalam waktu singkat dapat menyebabkan volume air yang berlebihan yang tidak bisa ditampung oleh sistem drainase yang ada.
Selain itu, Darwis mengidentifikasi penurunan daya serap tanah sebagai faktor lain yang memperburuk situasi. Pembangunan yang masif dan tidak terencana dengan baik mengurangi area resapan air, dan konversi lahan hijau menjadi bangunan, jalan, dan beton memperburuk kondisi.
Pendangkalan sungai dan kanal akibat sedimentasi dan sampah juga mengurangi kapasitas penampungan air, sementara pengelolaan sampah yang buruk dan kawasan yang rentan di dataran rendah atau dekat sungai meningkatkan risiko banjir.
Solusi Efektif untuk Mengatasi BanjirDarwis menyarankan sejumlah solusi efektif untuk mengatasi masalah banjir. Pertama, pemerintah kota harus melakukan perbaikan dan peningkatan sistem drainase secara menyeluruh. Ini mencakup pembersihan rutin dan peremajaan infrastruktur drainase yang sudah tua atau tidak berfungsi dengan baik.
“Kita perlu perbaiki sistem drainase secara menyeluruh dan rutin, termasuk pembersihan dan peremajaan infrastruktur yang sudah usang,” tegasnya.
Selanjutnya, penegakan hukum dan edukasi masyarakat juga penting. Darwis menekankan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menegakkan hukum terhadap pelanggaran ini untuk menjaga aliran air tetap lancar.
Dia juga merekomendasikan pembuatan area resapan air dan normalisasi sungai serta kanal. “Pengerukan dan normalisasi sungai serta kanal perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penampungan air dan mencegah luapan,” ujarnya.
Pengembangan infrastruktur hijau dan penataan ruang yang lebih baik juga penting. Darwis menyarankan agar pemerintah merencanakan tata ruang kota dengan lebih baik, memperhatikan aliran air alami, dan menghindari pembangunan di area yang rawan banjir.
Terakhir, Darwis mengusulkan pengembangan sistem peringatan dini untuk banjir. Sistem ini akan membantu masyarakat bersiap dan mengurangi dampak dari banjir yang terjadi.
Kolaborasi Multipihak untuk Solusi BerkelanjutanDarwis menekankan bahwa semua langkah ini memerlukan kolaborasi multipihak. “Pemerintah kota harus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan sektor swasta, untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi banjir di Medan,” ungkapnya.
Dia berharap dengan langkah-langkah yang diusulkan, masalah banjir di Kota Medan bisa diatasi atau setidaknya dampaknya bisa dikurangi. “Dengan upaya bersama, kita dapat mengurangi frekuensi dan dampak banjir di kota ini,” pungkas Ahmad Darwis.
Dengan penekanan pada solusi jangka panjang dan perbaikan sistem drainase, Darwis berharap Kota Medan bisa lebih siap menghadapi tantangan banjir di masa depan.
(N/014)
JAKARTA Sebanyak 24.022 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air setelah melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Kepulangan je
INTERNASIONAL
JAKARTA Kombes Ardiyanto Tedjo Baskoro, yang menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT),
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Diskotek Blue Night di Jalan Binjai, Emplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dirazia oleh petugas Bad
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN Kerusakan tutupan hutan di kawasan Ekosistem Batangtoru dinilai berdampak langsung terhadap perubahan kondisi aliran Su
NASIONAL
JAKARTA Perserikatan BangsaBangsa menyatakan keprihatinan atas serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (15/3), kembali menyebabkan banj
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang tetap melaksanakan tugasnya di tenga
PEMERINTAHAN
TEHERAN Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan anc
INTERNASIONAL
JAKARTA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan darurat kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melepas ribuan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh di Depo
NASIONAL