Inilah Surga Tertinggi Tepat di Bawah ‘Arsy Allah, Siapa Penghuninya?
MEDAN Keimanan terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam Islam, yang menegaskan adanya kehidupan setelah kematian. Allah
AGAMA
MENTAWAI –Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, memberikan klarifikasi penting mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Penjelasan ini bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran publik dan menjelaskan konteks terkait potensi gempa besar yang mungkin terjadi di zona-zona tersebut.
Zona Megathrust dan Seismic Gap: Apa yang Perlu Diketahui?
Pembahasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut bukanlah isu baru. Zona-zona ini sudah lama dikenal sebagai wilayah dengan potensi gempa besar, dan sudah dibahas sejak sebelum terjadinya Gempa dan Tsunami Aceh 2024. Daryono menegaskan bahwa kemunculan kembali pembahasan tentang potensi gempa di kawasan tersebut saat ini bukan merupakan peringatan dini atau indikasi bahwa gempa besar akan segera terjadi.
“Penekanan kembali mengenai keberadaan Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang potensi yang ada, terutama dalam konteks seismic gap atau kekosongan gempa besar yang sudah berlangsung selama ratusan tahun,” ujar Daryono. Seismic gap adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode waktu yang lama di mana suatu wilayah tidak mengalami gempa besar, meskipun wilayah tersebut memiliki potensi untuk mengalami gempa besar berdasarkan sejarah seismik.
Ketidakberhubungan dengan Gempa di Jepang
Munculnya kembali pembahasan tentang potensi gempa di zona Megathrust Indonesia tidak berkaitan langsung dengan gempa kuat M7,1 yang baru-baru ini mengguncang Prefektur Miyazaki, Jepang, pada 8 Agustus 2024. Gempa tersebut memicu tsunami kecil dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi gempa dahsyat di Megathrust Nankai, Jepang. Daryono menggarisbawahi bahwa meskipun peristiwa gempa di Jepang tersebut dapat mengingatkan kita pada potensi gempa di zona seismic gap di Indonesia, tidak ada hubungan langsung antara keduanya.
“Peristiwa gempa di Nankai bisa menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan kita di Indonesia tentang potensi gempa di zona seismic gap Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Namun, ini bukan berarti ada indikasi bahwa gempa besar akan segera terjadi di zona tersebut,” jelas Daryono.
Sejarah Seismic Gap: Mengapa Penting untuk Waspada
Daryono menjelaskan bahwa sejarah mencatat beberapa kejadian penting terkait seismic gap di Indonesia. Gempa besar terakhir yang terjadi di Tunjaman Nankai, Jepang, adalah pada tahun 1946, sehingga usia seismic gap-nya adalah 78 tahun. Sebaliknya, gempa besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada tahun 1757, sehingga usia seismic gap-nya mencapai 267 tahun. Untuk Mentawai-Siberut, gempa besar terakhir terjadi pada tahun 1797, menjadikannya memiliki usia seismic gap sebesar 227 tahun.
“Periodisitas seismic gap di Indonesia jauh lebih lama dibandingkan dengan Nankai. Ini menunjukkan bahwa kita harus lebih serius dalam menyiapkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan,” tegas Daryono.
Kesiapan BMKG dan Informasi untuk Publik
Daryono juga menyoroti bahwa BMKG selalu memantau aktivitas seismik dan siap memberikan informasi gempabumi serta peringatan dini tsunami secara cepat dan akurat. “Kami ingin menegaskan bahwa informasi mengenai potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini mengenai kapan dan di mana gempa akan terjadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Daryono meminta masyarakat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa, baik itu melaut, berdagang, atau berwisata di pantai. “BMKG selalu siap memberikan informasi terbaru dan akurat mengenai gempabumi dan tsunami. Kami juga terus berupaya untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana untuk melindungi masyarakat,” tambahnya.
Penjelasan dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Meskipun zona-zona tersebut merupakan area dengan potensi gempa besar, tidak ada indikasi bahwa gempa besar akan segera terjadi. Dengan informasi yang akurat dan pemahaman yang baik tentang seismic gap, masyarakat dapat lebih siap dan tenang menghadapi potensi risiko gempa di masa depan. BMKG akan terus memantau dan memberikan informasi yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat.
(N/014)
MEDAN Keimanan terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman dalam Islam, yang menegaskan adanya kehidupan setelah kematian. Allah
AGAMA
JAKARTA Sejumlah kader Partai NasDem memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI menilai fenomena ini merupakan efek
POLITIK
MEDAN Kebakaran hebat melanda pabrik ban dan sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, sejak Selasa malam (27/1) hingga Rabu dini
PERISTIWA
OlehHabiburokhman. KAMI perlu menanggapi pengawasan kinerja Polri oleh Kompolnas. Perlu digarisbawahi bahwa Kompolnas bukanlah lembaga pen
OPINI
BEKASI Organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) menolak rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) u
NASIONAL
JAKARTA Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak bencana banjir dan lon
PEMERINTAHAN
KISARAN Pemerintah Kabupaten Asahan menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 Kategori Madya pada ajang Deklarasi
PEMERINTAHAN
BATU BARA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., memastikan optimalisasi pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat berj
PEMERINTAHAN
JAKARTA PUSAT Guna mempercepat pendaftaran tanah aset, penyelesaian sengketa, dan kepastian hukum di daerah Kabupaten Batu Bara, Bupati Ba
PEMERINTAHAN
JAKARTA PUSAT Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., dalam menjamin kesehatan masy
PEMERINTAHAN