BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Pupuk Bersubsidi untuk Wujudkan Swasembada Pangan 2025

Adelia Syafitri - Senin, 02 Juni 2025 14:29 WIB
Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Pupuk Bersubsidi untuk Wujudkan Swasembada Pangan 2025
Acara Rembuk Tani di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (1/6/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MOJOKERTO– PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan (availability) dan keterjangkauan (affordability) pupuk bersubsidi demi mendukung produktivitas pertanian nasional dan target swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan kapasitas produksi perusahaan saat ini mencapai 14,5 juta ton pupuk per tahun, jauh melebihi alokasi pupuk bersubsidi pemerintah sebesar 9,55 juta ton untuk tahun 2025.

"Kalau ngomong availability kita aman, hingga Mei 2025 kami sudah menyalurkan lebih dari 3 juta ton dari alokasi 9,5 juta ton. Saat ini masih tersedia stok pupuk sebanyak 2 juta ton, terdiri dari 1,4 juta ton pupuk bersubsidi dan 600 ribu ton pupuk nonsubsidi," ujar Rahmad dalam acara Rembuk Tani di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (1/6/2025).

Stok pupuk bersubsidi tersebut telah tersebar di 27.000 kios resmi di seluruh Indonesia dan sudah bisa ditebus oleh petani yang memenuhi syarat dan ketentuan.

Untuk memastikan hal ini, Pupuk Indonesia mengoptimalkan teknologi digital melalui aplikasi i-Pubers yang membantu petani mengetahui alokasi pupuk mereka secara transparan dan real-time.

"Melalui command center, kami dapat memantau stok pupuk secara nasional, baik data numerik maupun visual, memastikan pupuk tersedia dan bisa ditebus petani yang berhak," tambah Rahmad.

Penyederhanaan Regulasi Percepat Penyaluran

Rahmad menyoroti peran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang menyederhanakan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, mengatasi hambatan birokrasi yang selama ini menghalangi distribusi pupuk meski stok melimpah.

"Mulai 1 Januari 2025, seluruh petani di Indonesia bisa menebus pupuk bersubsidi tanpa hambatan regulasi yang berlapis. Ini merupakan pencapaian sejarah dan hasil gotong royong antar kementerian terkait," ujarnya.

Efisiensi dan Revitalisasi untuk Harga Terjangkau

Untuk menjaga keterjangkauan harga pupuk, Pupuk Indonesia terus meningkatkan efisiensi produksi dan melakukan revitalisasi pabrik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru