Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Serikat Petani Indonesia (
SPI) mendesak pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto untuk segera merealisasikan
reforma agraria sebagai agenda prioritas menjelang peringatan Hari Tani Nasional (
HTN) 2025 yang akan diperingati pada 24 September mendatang.
Ketua Umum
SPI, Henry Saragih, menegaskan bahwa peringatan
HTN tahun ini memiliki makna penting karena menjadi momentum pertama di bawah kepemimpinan
Presiden Prabowo. Meski
reforma agraria tercantum dalam Asta Cita pemerintahan, hingga saat ini belum ada kebijakan konkret yang disusun untuk pelaksanaannya.
Baca Juga:
"Reforma
agraria tercantum sebagai salah satu agenda prioritas dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo, tetapi hingga saat ini, Presiden belum menyusun kebijakan dan program implementasinya," ujar Henry melalui keterangan resmi, Minggu (21/9/2025).Henry juga menyoroti tingginya ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia yang tercermin dari indeks Gini sebesar 0,68.
Ia menyebut mayoritas
petani di Indonesia merupakan
petani gurem yang mengelola lahan di bawah 0,5 hektare, jumlahnya mencapai lebih dari 16 juta orang. Sebaliknya, tanah dalam skala besar masih dikuasai oleh korporasi perkebunan, kehutanan, perusahaan pengembang, serta sektor tambang.
"Sekitar 75 persen tanah Indonesia dikuasai oleh 1 persen pemilik, sementara sisanya 25 persen hanya dimiliki oleh 99 persen rakyat," jelasnya.Konflik
agraria juga masih menjadi persoalan besar di Indonesia.
SPI mencatat hingga tahun 2025, terdapat 118.762 kepala keluarga yang terdampak konflik
agraria dengan total luasan sengketa mencapai 537.062 hektare. Konflik ini terjadi di berbagai daerah dan melibatkan sejumlah pihak, termasuk dinas kehutanan, Perum Perhutani, perusahaan perkebunan dan pertambangan, serta institusi militer seperti TNI AU.
Wakil Ketua Umum
SPI, Agus Ruli Ardiansyah, mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi nasional pada Hari Tani Nasional, 24 September 2025, di sejumlah lokasi strategis seperti DPR RI, Istana Negara, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, aksi serupa juga akan dilakukan di 30 provinsi.
"Selain di Jakarta, anggota
SPI di seluruh Indonesia akan melakukan demonstrasi dan mobilisasi untuk mendesak pelaksanaan
reforma agraria secara nasional dan daerah," kata Agus.Dalam peringatan
HTN tahun ini,
SPI menyampaikan sejumlah
tuntutan, antara lain:
- Penyelesaian konflik
agraria yang dialami anggota
SPI dan
petani Indonesia secara umum.- Menjadikan hutan negara sebagai objek Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) melalui Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dijalankan Satgas PKH.
- Mengintegrasikan tanah negara yang dikuasai perusahaan perkebunan, kehutanan, dan pengembang ke dalam objek TORA.- Revisi Perpres No. 62 Tahun 2023 tentang percepatan
reforma agraria untuk mendukung kedaulatan pangan dan kesejahteraan
petani.
- Pembentukan Dewan Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria dan Dewan Kesejahteraan Petani.- Revisi UU Pangan, UU Kehutanan, dan UU Koperasi guna mendukung pelaksanaan
reforma agraria dan kedaulatan pangan.
- Pembentukan UU Masyarakat Adat untuk memperkuat posisi masyarakat adat.- Pencabutan UU Cipta Kerja yang dianggap memperburuk ketimpangan
agraria dan menghambat
reforma agraria.
Peringatan Hari Tani Nasional 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk segera menindaklanjuti janji
reforma agraria yang sudah lama dinantikan para
petani di seluruh Indonesia.*
(tt/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.