BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Menteri LH dan Gubernur Bali Tanam Pohon di Taman Kehati Kesiman: Perkuat Ketahanan Lingkungan

Fira - Jumat, 26 September 2025 15:49 WIB
Menteri LH dan Gubernur Bali Tanam Pohon di Taman Kehati Kesiman: Perkuat Ketahanan Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan penanaman pohon di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepat di tepi Tukad Ayung, Jumat (26/9/2025).(foto: fira/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DENPASAR – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan penanaman pohon di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepat di tepi Tukad Ayung, Jumat (26/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Rentin, serta komunitas pecinta lingkungan dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa penanaman pohon ini menjadi momentum penting memperkuat ketahanan lingkungan di Bali yang kini semakin rentan akibat perubahan iklim global.

Baca Juga:
"Curah hujan ekstrem pada saat bencana terakhir tercatat 245,75 milimeter, sementara pepohonan di daerah aliran sungai (DAS) hanya tersisa sekitar 1.500 hektare. Itu jelas tidak cukup menahan debit air," ujarnya.

Hanif menyampaikan bahwa reboisasi di Bali harus segera dilakukan, mulai dari hulu sungai hingga kawasan penyangga. "Bali memerlukan pola dasar resistensi menghadapi krisis global. Mari terus menanam untuk menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang," tegasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan, pemerintah provinsi bersama kementerian terkait akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua DAS, termasuk Tukad Ayung, Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Unda.

"Hotel dan investor wajib mendukung keberlangsungan ekosistem. Jika melanggar aturan, akan ada sanksi tegas," kata Koster.

Sebagai langkah nyata, penanaman kali ini melibatkan ratusan bibit pohon, antara lain Majegau (50 pohon), Nagasari (25 pohon), Rejasa (25 pohon), Cempaka (50 pohon), Mangga (150 pohon), dan Nangka (200 pohon).

Menteri Hanif menekankan bahwa dari total 49.500 hektare lahan, minimal 30 persen harus kembali menjadi kawasan hutan, dipadukan dengan perkebunan bernilai ekonomis sesuai kebutuhan masyarakat.

"Jika perlu penertiban dan penegakan aturan, maka harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan Bali," pungkasnya.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru