Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Alat-alat ini nantinya akan dikendalikan jarak jauh menggunakan remote control, sehingga generasi milenial dan Gen Z dapat bertani tanpa harus berada langsung di sawah.
"Ini kan combine harvester kita bisa buat, rice transplanter kita buat. Yang kami inginkan adalah nanti menggunakan baterai, kemudian robotik. Jadi nanti otonomus. Dari bawah pohon, pencet tombol saja dari Jakarta. Bertani di Bekasi tinggal disetel," ujarnya.
Amran menambahkan, penggunaan baterai listrik akan menggantikan bahan bakar diesel, yang berpotensi menekan biaya energi hingga 60 persen. Selain itu, harga alat pertanian modern kini semakin terjangkau.
Contohnya, rice transplanter yang sebelumnya Rp60 juta kini bisa mencapai Rp10 jutaan, bahkan ada target Rp5 juta per unit.
Langkah-langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pertanian otonom dan digital, sekaligus mendukung keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.*
(cb/M/006)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.