Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA– Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk mempercepat transformasi pertanian Indonesia menuju sistem modern berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, mengungkapkan total dana yang digelontorkan mencapai Rp10 triliun untuk menghadirkan berbagai inovasi pertanian.
Anggaran tersebut digunakan untuk penerapan teknologi canggih, mulai dari penggunaan drone pertanian, sensor tanah, hingga sistem pertanian presisi dan smart farming.Baca Juga:
"Pemerintah, kita anggarkan sampai kurang lebih Rp10 triliun. Teknologi semua kita gunakan. Jadi ada drone kita pakai, kemudian sensor untuk mengetahui kondisi tanah, unsur hara tanah, dan seterusnya. Kita gunakan semua teknologi. Dan ke depan kami yakin biaya produksi turun," ujar Amran saat konferensi pers di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025).
Amran menjelaskan penerapan teknologi canggih ini telah menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Misalnya, penggunaan drone untuk menanam dan memupuk padi memungkinkan pengolahan 25 hektare sawah dalam satu hari, dibandingkan sebelumnya 1 hektare memerlukan 25 orang selama satu hari.
"Contoh, kalau tanam dulu itu 1 hektare menggunakan 25 orang, atau 1 hektare 1 orang tanam 25 hari. Sekarang 25 hektare bisa selesai 1 hari dengan menggunakan drone," jelasnya.
Selain itu, transformasi pertanian modern juga membuat penggunaan anggaran lebih efisien karena tenaga manusia dapat dialihkan ke kegiatan produktif lain, sementara hasil panen meningkat.
Amran menekankan bahwa petani Indonesia telah mulai beradaptasi dengan teknologi sejak awal masa jabatannya.
Mekanisasi pertanian meningkat dari 0,14 Horse Power (HP) per hektare pada 2015 menjadi 2,1 HP per hektare saat ini, mendekati tingkat negara-negara maju di Asia.
Ia menargetkan dalam 5–10 tahun ke depan, tingkat mekanisasi bisa mencapai 6–10 HP per hektare.
Sejumlah alat pertanian modern seperti combine harvester dan rice transplanter telah berhasil diproduksi dalam negeri dan sedang melalui tahap uji coba.
Alat-alat ini nantinya akan dikendalikan jarak jauh menggunakan remote control, sehingga generasi milenial dan Gen Z dapat bertani tanpa harus berada langsung di sawah.
"Ini kan combine harvester kita bisa buat, rice transplanter kita buat. Yang kami inginkan adalah nanti menggunakan baterai, kemudian robotik. Jadi nanti otonomus. Dari bawah pohon, pencet tombol saja dari Jakarta. Bertani di Bekasi tinggal disetel," ujarnya.
Amran menambahkan, penggunaan baterai listrik akan menggantikan bahan bakar diesel, yang berpotensi menekan biaya energi hingga 60 persen. Selain itu, harga alat pertanian modern kini semakin terjangkau.
Contohnya, rice transplanter yang sebelumnya Rp60 juta kini bisa mencapai Rp10 jutaan, bahkan ada target Rp5 juta per unit.
Langkah-langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pertanian otonom dan digital, sekaligus mendukung keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.*
(cb/M/006)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN