Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani mengingatkan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi potensi meningkatnya konsumsi BBM subsidi jenis Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, perbedaan harga yang semakin lebar berisiko memicu peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite dan berdampak pada ketersediaan BBM subsidi di lapangan.
Meitri mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tetapi juga harus memperhitungkan dampak lanjutan yang mungkin terjadi terhadap kuota subsidi energi nasional.
"Yang harus diantisipasi adalah efek berantainya, yaitu potensi migrasi pengguna Pertamax ke BBM subsidi yang dapat meningkatkan tekanan terhadap kuota subsidi energi," kata Meitri dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga:
Politikus Fraksi PKS itu menilai selisih harga yang kini mencapai lebih dari Rp6.000 per liter dapat memengaruhi perilaku konsumen, terutama kalangan menengah yang selama ini menggunakan Pertamax.
Menurut dia, sebagian pengguna BBM nonsubsidi berpotensi beralih ke Pertalite karena faktor ekonomi. Jika perpindahan tersebut terjadi dalam jumlah besar, pemerintah harus memastikan stok dan distribusi BBM subsidi tetap terjaga.
"Jika pergeseran ini terjadi secara masif, maka distribusi dan ketersediaan BBM subsidi harus benar-benar dijaga agar masyarakat yang memang berhak tidak dirugikan," ujarnya.
Meitri juga meminta pemerintah segera melakukan pemetaan terhadap dampak kenaikan harga Pertamax terhadap konsumsi BBM nasional. Langkah itu diperlukan untuk memperkirakan kemungkinan bertambahnya beban subsidi akibat perubahan pola konsumsi masyarakat.
Selain itu, ia mendorong Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi guna mencegah penyalahgunaan maupun praktik penimbunan yang dapat memperburuk kondisi jika permintaan meningkat.
Menurut Meitri, pemerintah harus memastikan stok, distribusi, dan pengawasan berjalan secara optimal agar masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhannya.
Di tengah ketidakpastian harga energi global, ia juga meminta pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan memperkuat tata kelola sektor energi nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak harga di pasar internasional.*
(in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.