Pecah Telur 35 Tahun! Tumbangkan Thailand via Adu Penalti, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
JAKARTA Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dalam final di S
OLAHRAGA
JAWA TENGAH— Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian terbukti mampu menekan penggunaan pupuk padi hingga 50 persen di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digitalisasi (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menghadiri kegiatan panen padi bersama petani di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, pada Rabu (5/11/2025).
Meutya menjelaskan bahwa penggunaan teknologi digital berbasis IoT dan kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengurangi emisi karbon serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah.Baca Juga:
"Kalau kita mau kedaulatan pangan, maka teknologinya juga harus berdaulat. Nanti padinya berdaulat, dan startup-nya pun sebaiknya berasal dari dalam negeri agar kita benar-benar mandiri," ujar Meutya.
Proyek pertanian berbasis IoT ini menggunakan alat bernama Jinawi IoT, yang berfungsi mengukur kelembapan tanah, kadar hara, serta kebutuhan air dan pupuk secara real time.
Dengan sistem ini, petani bisa melakukan pemupukan presisi sesuai kondisi lahan, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Setelah diterapkan, produktivitas meningkat, sementara penggunaan pupuk bisa turun 40 hingga 50 persen. Dampaknya juga positif bagi lingkungan karena emisi karbon menurun," ungkap Meutya.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menambahkan, sistem IoT Jinawi berfokus pada pengelolaan unsur hara tanah seperti NPK dan pH, sehingga mampu menekan penggunaan pupuk secara signifikan.
"IoT Jinawi ini fokus pada keseimbangan unsur hara. Dalam catatan kami, penggunaan pupuk bisa ditekan hingga 50 persen. Bahkan, beberapa petani melaporkan penghematan lebih besar," jelas Edwin.
Salah satu petani padi, Tri Widodo dari Kelompok Tani Trida Tani di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan alat Jinawi.
"Dulu saya pakai pupuk sekitar 1 ton per hektare. Setelah pakai alat Jinawi, hanya perlu sekitar 650 kilogram per hektare. Hasilnya tetap bagus, tanah subur, dan batang padi lebih kuat," tutur Tri.
Selain menghemat pupuk, alat Jinawi juga membantu petani memantau zat hara dan kelembapan tanah, sehingga mereka bisa mengetahui secara akurat kondisi lahan sebelum melakukan pemupukan.
JAKARTA Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dalam final di S
OLAHRAGA
JAKARTA Kuasa hukum Denny Indrayana Cs, Refly Harun, meyakini Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengabulkan gugatan terkait syarat pendidikan
POLITIK
MEDAN Hampir 40 tahun tinggal di rumah papan, Rosila, warga Jalan Rela Gang Buntu, kawasan Air Bersih, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebanyak 111 dari 213 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang menjadi sasaran program rehabilitasi di Kota Medan saat ini sedang dik
PEMERINTAHAN
MEDAN Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Medan kini diarahkan tidak hanya menangani layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menj
PEMERINTAHAN
BINJAI Markas Cabang (Marcab) Laskar Merah Putih (LMP) Kota Binjai meresmikan kantor baru di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Kary
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraks
PEMERINTAHAN
MEDAN DPRD Kota Medan mengusulkan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Revisi tersebut di
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI)
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan silaturahmi Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo H.R. Muhammad Syafi
PEMERINTAHAN