BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Panen Raya di Paya Lah Lah, Bupati Karo Klaim Kebangkitan Pertanian Pascabanjir

Raman Krisna - Rabu, 21 Januari 2026 14:58 WIB
Panen Raya di Paya Lah Lah, Bupati Karo Klaim Kebangkitan Pertanian Pascabanjir
Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wagub Sumut Surya melaksanakan panen raya padi sawah di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Selasa, 20 Januari 2026. (foto: Diskominfo Karo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya melaksanakan panen raya padi sawah di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Selasa, 20 Januari 2026.

Panen ini disebut sebagai penanda kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Karo setelah terdampak banjir pada 2024.

Antonius mengatakan panen raya tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan hasil nyata dari kerja bersama pemerintah dan petani dalam memulihkan kawasan sentra pangan Paya Lah Lah.

Baca Juga:

"Panen raya ini adalah bukti kebangkitan sektor pertanian, khususnya di kawasan Paya Lah Lah yang selama ini menjadi sentra pangan penting di Kabupaten Karo," ujar Antonius.

Ia menjelaskan, kawasan Paya Lah Lah memiliki luas sekitar 3.300 hektare yang mencakup sejumlah desa.

Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Karo memfokuskan penanganan lahan seluas 1.500 hektare.

Dari luasan tersebut, petani telah mulai memanen padi sawah dengan produktivitas rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.

Menurut Antonius, capaian itu dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama petani.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, yang menyampaikan sambutan Gubernur Sumatera Utara, menyebut panen raya ini sebagai indikator keberhasilan pemulihan jaringan irigasi di wilayah terdampak banjir.

"Dengan irigasi yang kembali berfungsi optimal, petani dapat menanam tepat waktu dan menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan," kata Surya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2025 telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani di Kabupaten Karo.

Bantuan tersebut meliputi corn sheller mobile, solar dryer dome, gudang pascapanen, perangkap lalat buah, handtraktor, cultivator, serta bantuan benih padi sawah seluas 1.040 hektare dan benih jagung hibrida seluas 550 hektare.

Kawasan Paya Lah Lah sebelumnya terdampak banjir pada 10 Oktober 2024 yang merendam sekitar 743 hektare sawah dan menyebabkan puso.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Karo berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memulihkan lahan pertanian.

Pada April 2025, Pemkab Karo bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian meninjau langsung lokasi terdampak.

Hasilnya ditindaklanjuti melalui Program Optimasi Lahan Rawa 2025, termasuk normalisasi saluran dan sungai sepanjang 15,4 kilometer, yang didukung APBN serta melibatkan TNI dan perangkat daerah teknis.

Hingga Januari 2026, luas panen padi sawah di kawasan Paya Lah Lah telah mencapai sekitar 400 hektare dengan produksi rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.

Luas panen tersebut diperkirakan masih bertambah seiring jadwal panen di sejumlah desa lainnya.

Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mendorong kesejahteraan petani serta menciptakan efek pengganda bagi sektor ekonomi lainnya.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dam PLTA Sipan Sihaporas Rusak Pascabanjir Bandang, Bupati Tapteng Minta Percepatan Perbaikan
Banjir Medan November 2025 Rusak 71 Rumah, Pemkot Laporkan ke Kemendagri
Indonesia Kutuk Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur
TPL Pastikan Operasional Masih Berjalan Meski Masuk Daftar Pencabutan Izin
Kapolda Aceh Serahkan Bantuan Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Banjir Ketambe
Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama Kapal Nelayan dan Pendidikan Internasional di London
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru