Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memperkenalkan inovasi pertanian sederhana berupa penanaman padi menggunakan ember, atau konsep “sawah portabel”, di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (6/2). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
ACEH TAMIANG – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memperkenalkan inovasi pertanian sederhana berupa penanaman padi menggunakan ember, atau konsep "sawah portabel", di Kabupaten AcehTamiang, Jumat (6/2).
Inovasi ini memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tanam dan ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana tetap produktif.
Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang, dan personel Polres Aceh Tamiang.
Kapolda Aceh menjelaskan, lumpur pascabanjir dimasukkan ke dalam ember sebagai media tanam.
Metode ini dinilai sederhana, mudah diterapkan, dan efektif menjaga produktivitas warga meskipun lahan persawahan utama belum dapat difungsikan.
"Metode ini memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tanam. Selain sederhana, cara ini menjadi solusi agar masyarakat tetap produktif meski lahan sawah terdampak bencana," ujarnya.
Bibit padi yang digunakan merupakan jenis Inbrida, galur murni yang mampu melakukan penyerbukan sendiri, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan relatif tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.
Masa panen berkisar 87–125 hari, dan bibit pascapanen dapat digunakan kembali.
Melalui sawah portabel ini, Kapolda Aceh berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya pascabanjir secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah rawan banjir.*