Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tinjau SDN 134409, Mobil Perpustakaan Keliling Dorong Minat Baca Siswa
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina meninjau pelaksanaan layanan Mobil Perpustakaan Keliling di SD Negeri 13
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terkait tata kelola komoditas strategis Indonesia yang memiliki kualitas terbaik, namun masih harus mengimpor produk-produk tersebut dari luar negeri.
Dalam diskusi mengenai hilirisasi dan industrialisasi komoditas-komoditas unggulan, Presiden Prabowo mencontohkan produk kopi dan cokelat Indonesia yang terkenal di dunia, namun masih terbelenggu oleh ketergantungan impor seperti Starbucks, Nestle, Nescafe, hingga KitKat dan Cadbury.
"Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan?" ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan yang disampaikan saat diskusi dengan jurnalis dan ekonom di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).Baca Juga:
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya kini berfokus untuk menerapkan hilirisasi dan industrialisasi pada komoditas-komoditas strategis Indonesia.
Hilirisasi, menurut Prabowo, adalah langkah yang sangat penting agar Indonesia tidak lagi terjebak sebagai negara pengekspor bahan mentah, melainkan dapat mengolah komoditas tersebut menjadi produk-produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Saya ingin hilirisasi. Itu satu-satunya cara. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi," tegas Presiden Prabowo dalam acara bertajuk "Presiden Prabowo Menjawab".
Dalam upaya mewujudkan hilirisasi yang terintegrasi, Presiden memperkenalkan konsep "pohon industri" yang akan diterapkan pada semua komoditas penting Indonesia, termasuk kopi, cokelat, kelapa, logam, dan mineral strategis seperti bauksit.
Konsep pohon industri ini bertujuan untuk membangun ekosistem industri yang saling terhubung, yang dapat mempercepat proses pengolahan bahan mentah menjadi produk akhir yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Presiden Prabowo menambahkan, hilirisasi bukan hanya soal nilai tambah, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, salah satu contoh konkret adalah industri kelapa.
Meskipun kelapa dikenal sebagai tanaman dengan manfaat luar biasa, seperti virgin coconut oil yang dianggap dapat menangkal kanker, namun Indonesia masih sangat sedikit memiliki pabrik pengolahan kelapa.
"Kelapa saja dianggap (sebagai) miracle crop. Virgin coconut oil, itu dianggap anticancer, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan," ujarnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya hilirisasi dalam sektor mineral strategis, seperti bauksit.
Meskipun Indonesia kaya akan bauksit, yang merupakan bahan baku utama pembuatan aluminium, negara ini masih kesulitan untuk mengolah bauksit menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti aluminium.
Padahal, menurut Presiden, negara seperti Jepang, yang tidak memiliki bauksit, mampu memproduksi mobil-mobil terhebat dunia.
"Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil, tetapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Ini yang harus kita lakukan," tegas Prabowo.
Sebagai bagian dari program hilirisasi, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia harus membangun ratusan pabrik untuk mengolah berbagai komoditas strategis yang dimiliki.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat industrialisasi dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
"Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out, we have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya," tambah Presiden.
Dengan visi hilirisasi yang kuat, Presiden Prabowo berharap Indonesia dapat keluar dari jebakan negara penghasil bahan mentah dan bertransformasi menjadi negara industri yang mandiri, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.*
(vo/ad)
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina meninjau pelaksanaan layanan Mobil Perpustakaan Keliling di SD Negeri 13
PEMERINTAHAN
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Bali pada Jumat, 31 Juli 2026, didomin
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jum
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat pada Jumat, 31 Juli 20
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Daerah Khusus Jakarta akan menikmati cuaca ce
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Aceh pada Jumat, 31 Juli 2026 didomina
NASIONAL
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Sumatera Utara pada Jumat, 31 Juli 20
NASIONAL
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) terdakwa Fitri Agust Karokaro menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Samos
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menerima kunjungan silaturahmi Ketua Badan Reintegrasi Aceh
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat eks Jaks
HUKUM DAN KRIMINAL