BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Dukung Pengendalian Inflasi Pangan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Gerakan Tanam Cabai Serentak dan Peluncuran Kampus Mandiri Pangan

Muhammad Taufik - Kamis, 22 Oktober 2026 08:10 WIB
Dukung Pengendalian Inflasi Pangan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Gerakan Tanam Cabai Serentak dan Peluncuran Kampus Mandiri Pangan
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri kegiatan gerakan tanam cabai serentak dan peluncuran Kampus Mandiri Pangan di Polbangtan Medan di Kampus Polbangtan Medan, Medan, Rabu, 21 Oktober 2026. (foto: Pemkot Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan ketahanan pangan melalui gerakan tanam cabai serentak dan peluncuran Kampus Mandiri Pangan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan.

Program ini diharapkan membantu menjaga pasokan pangan, menekan tekanan inflasi, sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan pertanian secara langsung.

Kegiatan bertajuk "Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Provinsi Sumatera Utara dan Launching Kampus Mandiri Pangan" itu berlangsung di Kampus Polbangtan Medan, Jalan Binjai Km 10, Medan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga:

Penyelenggaraannya melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara bersama Polbangtan Medan.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, Ketua TP PKK Tanjungbalai Ny. Mashandayani Mahyaruddin, dan Staf Ahli TP PKK Ny. Desi Fadly Abdina turut menghadiri kegiatan tersebut bersama civitas akademika, petani, penyuluh, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain penanaman cabai, kegiatan tersebut diikuti gerakan tanam padi serentak di 20 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Penanaman padi dilakukan di lahan seluas 1.029 hektare dan disiarkan secara langsung melalui live streaming.

Gerakan ini diarahkan untuk memperkuat potensi pertanian di setiap daerah.

Penanaman cabai juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan komoditas pangan yang kerap memengaruhi pergerakan harga di pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan inflasi Indonesia pada September 2026 terkendali di level 3,28 persen.

Menurut dia, menjaga stabilitas pasokan dan menindak praktik mafia pangan yang mempermainkan rantai distribusi merupakan bagian dari strategi mengendalikan tekanan harga pangan.

Amran juga mendukung peluncuran Kampus Mandiri Pangan yang diinisiasi Polbangtan Medan.

Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana untuk membekali generasi muda dengan keterampilan pertanian yang tidak hanya berhenti pada teori.

"Kami juga mendukung peluncuran Kampus Mandiri Pangan yang di inisiasi oleh Polbangtan Medan. Kampus Mandiri Pangan bukan sekadar program, melainkan langkah strategis mencetak generasi muda yang tidak hanya paham teori pertanian, tetapi mampu beraksi langsung di lahan. Pertanian adalah masa depan, dan generasi muda adalah pemegang kuncinya," kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi pertanian perlu terus berinovasi.

Menurut dia, Kampus Mandiri Pangan menunjukkan bagaimana pendidikan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan produksi pangan di daerah.

Kapusdiktan Muhammad Amin mengatakan program tersebut mendorong mahasiswa belajar membangun kemandirian melalui praktik pertanian.

"Lahan pertanian di kampus adalah ruang belajar sekaligus ruang produksi yang nyata," kata Amin.

Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, mengapresiasi inovasi mahasiswa Polbangtan Medan.

Inovasi yang disorot antara lain penanaman padi di atas kolam dan pengembangan sumber daya manusia di bidang barista kopi.

Timur mengatakan gerakan tanam cabai serentak tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan bahan pangan sendiri.

"Melalui gerakan tanam cabai serentak ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah, lahan perkantoran, lingkungan sekolah dan berbagai lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif. Kita ingin membangun budaya menanam yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan di kehidupan sehari-hari," kata Timur.

Ia juga menyambut peluncuran Kampus Mandiri Pangan sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan.

"Pada kesempatan ini, kita juga melaksanakan launching Kampus Mandiri Pangan. Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional," tambahnya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengatakan tantangan pembangunan pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, penyuluh, dan masyarakat perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya terwujud dalam kegiatan tanam cabai, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan untuk meningkatkan SDM agar mampu mengembangkan berbagai komoditas strategis, pendampingan petani, penguatan penyuluhan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan pemberdayaan generasi muda," kata Nurliana.

Melalui Kampus Mandiri Pangan, Polbangtan Medan berupaya mengintegrasikan pendidikan, penelitian terapan, praktik mahasiswa, inovasi teknologi, dan produksi pangan dalam satu lingkungan kampus.

Konsep tersebut menggunakan metode Teaching Factory (TEFA), yaitu pembelajaran berbasis praktik yang mendekatkan proses pendidikan dengan kegiatan produksi nyata.

Di lahan TEFA, kampus mengembangkan sejumlah komoditas, mulai dari padi sawah, padi gogo, padi rawa, hingga padi apung.

Padi gogo yang dibudidayakan menggunakan varietas Inpago-8 disebut memiliki potensi indeks pertanaman (IP) hingga tiga kali dalam setahun.

Selain tanaman padi, lahan tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan cabai merah, berbagai jenis sayuran, dan ikan sebagai sumber protein.

Hasil produksinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa di asrama dan pegawai, serta dipasarkan ke luar kampus.

"Inilah kemandirian pangan yang sesungguhnya. Melalui konsep ini, lahan dan fasilitas kampus diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang produksi berbagai komoditas pangan yang sesuai dengan potensilahan dan kebutuhan kampus. Komoditas pangan yang dikembangkan secara bertahapdengan menerapkan teknologi budidaya yang tepat, efisien, produktif, dan ramah lingkungan," tambahnya.

Dengan konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya tanaman, tetapi juga berlatih merencanakan produksi, menerapkan teknologi, mengelola usaha tani, menghitung kelayakan usaha, dan memahami rantai distribusi hasil pertanian.

Ke depan, Kampus Mandiri Pangan diharapkan menjadi model pendidikan vokasi pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk mempelajari teknologi dan praktik pertanian yang dapat diterapkan sesuai dengan potensi lahan masing-masing.

Gerakan tanam cabai dan padi serta pengembangan kampus berbasis produksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara.

Namun, dampaknya terhadap pasokan dan harga pangan akan bergantung pada keberlanjutan produksi, pengelolaan hasil panen, dan distribusi komoditas hingga ke konsumen.
* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Porprov Sumut 2026 Terancam Mundur, Sejumlah Daerah Masih Terkendala Anggaran
Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Memanas, Polisi Putar Salawat Badar untuk Redam Ketegangan
Konten Karhutla Diduga Kena Shadowban, Meutya Hafid Buka Suara: Komdigi Tak Pernah Minta Pembatasan
Buntut OTT Suap Proyek Internet Kominfo, Keponakan Wali Kota Tebing Tinggi Divonis 1,5 Tahun BUI
Gagasan BUS TAGANA Bandung: Sinergi Penanganan Bencana Harus Tembus Sampai RT/RW
Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung, Tim Gabungan Ratakan Barak Sabu dan Diciduk 3 Residivis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru