Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAKARTA - Penangkapan mantan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto, oleh Kejaksaan Agung pada Selasa malam, 20 Mei 2025, menguak kembali kontroversi lama yang sempat menghilang dari sorotan publik: proyek goodie bag bertuliskan "Mase" dalam program bantuan sosial (bansos) tahun 2020.
Sebuah unggahan viral di TikTok oleh seorang advokat bernama @andhikadian.believefire menyebut bahwa penangkapan Iwan Setiawan tidak berdiri sendiri.
Ia menyoroti adanya indikasi keterlibatan kekuatan politik dan tekanan tertentu dalam pemberian kredit jumbo dari bank milik negara kepada Sritex, meski perusahaan tersebut diketahui tengah menghadapi masalah keuangan besar.
"Bagaimana mungkin perusahaan yang sedang kolaps bisa memperoleh kredit dalam jumlah sangat besar dari bank negara tanpa analisis risiko yang jelas? Ada dugaan kuat adanya intervensi kekuasaan," ujar Andhika dalam videonya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan kasus ini dengan proyek pengadaan tas bansos pada masa pandemi. Kala itu, Sritex disebut sebagai salah satu penyedia goodie bag.
Tas tersebut diduga bertuliskan "Mase", yang oleh sebagian pihak diasosiasikan dengan figur publik yang kerap disebut dengan sapaan itu.
Isu ini juga sempat menyeret nama-nama besar dalam lingkaran kekuasaan saat itu, meskipun hingga kini belum ada kejelasan hukum terhadap semua pihak yang diduga terlibat.
Postingan TikTok tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun X milik Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), yang menilai penangkapan ini sebagai langkah penting dalam membongkar dugaan korupsi yang lebih luas.
"Pantas saja Presiden Prabowo meminta TNI beri perlindungan untuk Kejaksaan. Rupanya ada kasus besar yang sedang dibongkar, termasuk proyek bansos dan kucuran dana jumbo ke Sritex," tulis akun tersebut.
Tanggapan keras dari publik mencuat, mempertanyakan apakah selama ini anggaran negara benar-benar dikelola dengan transparan, dan siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari proyek bansos bernilai triliunan rupiah itu.
Kini, publik menantikan komitmen penuh dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap siapa saja aktor utama di balik proyek goodie bag "Mase" yang kembali mencuat ke permukaan.*
(gn/j006)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK