Ia menduga dokumen tersebut dibuat jauh lebih belakangan, bahkan hingga era Windows XP di tahun 2004.
"Font-nya terlalu rapi untuk ukuran cetak hand press tahun 80-an. Titik-titiknya tidak blebor seperti biasanya," ungkapnya.
Ia berharap proses ini bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri melalui transparansi ilmiah, serta menyatakan bahwa "kebenaran ilmiah bukan milik satu pihak."*