Bupati Labusel Serahkan SK CPNS Lulusan STTD, Tekankan Disiplin dan Integritas Sejak Hari Pertama
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan kep
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Pakar Telematika dan Digital Forensik, Roy Suryo, melayangkan sindiran tajam kepada seorang pejabat senior yang menyebut pihak-pihak yang mempermasalahkan isu ijazah Presiden Joko Widodo sebagai "sakit jiwa."
Pernyataan tersebut disampaikan Roy saat hadir dalam sebuah podcast di kanal YouTube milik mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.
Tanpa menyebutkan nama, Roy mengaku kecewa dengan ucapan salah satu pejabat tinggi negara yang melontarkan kata-kata tidak pantas tersebut, terutama di tengah upayanya mencari kebenaran terkait tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi.
"Penting nih soal kewarasan, karena ada pejabat senior yang kemarin marah-marah, lalu bilang orang-orang yang masih mencari-cari soal ijazah itu sakit jiwa," kata Roy, dikutip Minggu (22/6/2025).
Roy menilai pernyataan tersebut tidak pantas keluar dari seorang pejabat publik dan justru mencerminkan ketidakmauan menghadapi fakta secara objektif.
Ia pun melontarkan sindiran balik yang menohok.
"Saya pengen cari cermin, kalau ada cermin saya tunjukan ke depan dia itu," ujar Roy sambil tertawa.
Lebih lanjut, Roy menyebut bahwa justru orang-orang yang menutup-nutupi kebenaranlah yang patut dipertanyakan kewarasannya.
"Orang-orang yang tidak waraslah yang sebenarnya mau mengakui suatu kebohongan atau tidak mau berpihak kepada kejujuran," tegasnya.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama, publik menduga pernyataan Roy ditujukan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.
Sebelumnya, Luhut memang sempat melontarkan pernyataan keras terhadap pihak-pihak yang terus mengangkat isu ijazah Jokowi.
Luhut menyebut bahwa isu ijazah Presiden Jokowi tidak penting dan tidak pantas dibicarakan, apalagi di tengah tantangan besar yang tengah dihadapi bangsa.
"Jangan sakit jiwa semua. Apa yang dibicarakan itu gak perlu-perlu. Bicara yang penting," kata Luhut saat itu.
Ia juga mengingatkan agar polemik ini tidak menjadi beban tambahan bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Sehingga Presiden Prabowo gak dibebani lagi dengan pikiran-pikiran yang gak perlu-perlu seperti itu," ucapnya.
Isu mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi kembali mengemuka dalam beberapa waktu terakhir, meski Mahkamah Agung sebelumnya telah menolak gugatan terkait hal tersebut.
Namun, sejumlah pihak, termasuk Roy Suryo, menyatakan akan tetap mencari klarifikasi atas dasar keterbukaan informasi dan hak publik untuk tahu.*
(tm/a008)
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan kep
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali menggelar Ramadhan Fair pada tahun 2026 yang keXX. Acara tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada t
PEMERINTAHAN
BATU BARA Kejaksaan Negeri Batu Bara menahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Deny Syahputra, dalam perkara dugaan korupsi da
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menahan dua mantan direktur perusahaan pelat merah terkait dugaan tindak pidana korupsi dist
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemantau Uang Rakyat (GEMPUR) Tabagsel menggelar aksi unjuk r
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan wil
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat arus keluar modal asing dan tantangan kredibilitas tata kelola. Ha
EKONOMI
NUNUKAN Kecelakaan fatal terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara setelah sebuah pesawat Pelita Air jenis Air Tractor AT802 jatuh
PERISTIWA
BADUNG Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat pada Kamis (19/2/2026), disambut
NASIONAL