Ramadhan Fair ke-XX Medan 2026 Siap Digelar, Pemko Fokus pada Kenyamanan Pengunjung
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali menggelar Ramadhan Fair pada tahun 2026 yang keXX. Acara tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada t
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Temuan mengejutkan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai sekitar 10 juta rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang diduga salah sasaran dengan total nilai mencapai Rp2 triliun, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto, menyebut kasus ini sebagai potret buruk dari sistem penyaluran bansos yang masih rentan terhadap penyimpangan dan potensi praktik terorganisir.
"Temuan PPATK ini menggambarkan potret sistem penyaluran bansos yang rentan terhadap penyimpangan. Ini mengindikasikan adanya potensi penyimpangan sistemik dan praktik terorganisir yang memanfaatkan celah dalam sistem," tegas Didik melalui akun X miliknya pada Senin, 7 Juli 2025.
Lebih lanjut, Didik menilai bahwa permasalahan ini bukan lagi sekadar soal ketidaktepatan sasaran, melainkan sudah mengarah pada penyalahgunaan dana bansos yang sangat bertentangan dengan tujuan utama program bantuan tersebut.
Ia menduga bahwa lemahnya sistem verifikasi, pengawasan yang tidak memadai, serta kurangnya koordinasi antar lembaga menjadi faktor utama penyebab kekacauan ini.
Didik pun mendorong dilakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran bansos. Ia menekankan pentingnya:
Peningkatan akurasi data penerima,
Penguatan sistem pengawasan pasca-penyaluran, dan
Pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi anomali transaksi secara real-time.
Tak hanya itu, Didik juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proses penyaluran bansos, mulai dari tahap seleksi hingga distribusi dana ke masyarakat.
"Kolaborasi lintas instansi dan transparansi adalah kunci agar bansos benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," tegasnya.
Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah untuk menindaklanjuti temuan ini dan memastikan dana rakyat tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.*
(gn/j006)
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali menggelar Ramadhan Fair pada tahun 2026 yang keXX. Acara tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada t
PEMERINTAHAN
BATU BARA Kejaksaan Negeri Batu Bara menahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Deny Syahputra, dalam perkara dugaan korupsi da
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menahan dua mantan direktur perusahaan pelat merah terkait dugaan tindak pidana korupsi dist
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemantau Uang Rakyat (GEMPUR) Tabagsel menggelar aksi unjuk r
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan wil
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat arus keluar modal asing dan tantangan kredibilitas tata kelola. Ha
EKONOMI
NUNUKAN Kecelakaan fatal terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara setelah sebuah pesawat Pelita Air jenis Air Tractor AT802 jatuh
PERISTIWA
BADUNG Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat pada Kamis (19/2/2026), disambut
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Suasana berbeda terasa di penampungan hunian sementara (huntara) Lapangan Sarasi, Marpinggan, pada hari pertama bulan s
NASIONAL