Sebut Warga Sumbar “Barbar”, DPW IKM Laporkan Abu Janda ke Polda Riau dan Aceh
JAKARTA Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Riau melaporkan Permadi Arya atau Abu Janda ke Polda Riau, Sabtu, 30 Mei
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempelajari sejumlah dokumen perjalanan istri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang diserahkan pada Jumat (4/7).
Dokumen tersebut berkaitan dengan polemik perjalanan ke Eropa yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa dokumen itu akan ditelaah secara menyeluruh.
Jika diperlukan, KPK tidak menutup kemungkinan untuk meminta keterangan tambahan langsung dari Menteri UMKM.
"KPK masih mempelajari dokumen-dokumen yang kemarin telah disampaikan oleh Pak Menteri UMKM," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Menurut Budi, isu yang beredar di masyarakat soal dugaan penggunaan fasilitas negara dalam perjalanan tersebut menjadi perhatian serius lembaganya.
KPK, kata dia, terus mengimbau pejabat publik untuk menghindari gratifikasi serta potensi konflik kepentingan.
"Informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan dugaan penerimaan fasilitas tentu menjadi atensi KPK. Kami terus mengingatkan penyelenggara negara untuk tidak menyalahgunakan kewenangan," tegas Budi.
Lebih lanjut, Budi menyebut pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan apapun sebelum proses telaah dokumen rampung.
"Kita lihat dulu hasil dari yang dipelajari tim terhadap dokumen dan informasi yang disampaikan oleh pihak terkait," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran negara dalam perjalanan sang istri, Agustina Hastarini, ke Eropa.
Ia menyatakan seluruh pembiayaan perjalanan menggunakan dana pribadi.
"1 rupiah pun tidak ada uang negara, tidak ada uang dari pihak lain. Tiket, konsumsi, sewa kendaraan, hotel, semuanya dibayar dari rekening istri saya," kata Maman usai menyerahkan dokumen di KPK, Jumat (4/7/2025).
Maman menjelaskan bahwa istrinya berangkat ke Eropa untuk mendampingi putri mereka yang mengikuti kompetisi International World Innovative Student Expo, sebagai bagian dari misi budaya mewakili Indonesia.
Ia juga membantah keras dugaan adanya permintaan fasilitas negara untuk istrinya selama di Eropa, seperti tertuang dalam surat yang sempat viral di media sosial.
"Saya tidak pernah mengeluarkan perintah, disposisi, ataupun arahan terkait permintaan fasilitas tersebut. Saya sendiri tidak tahu dari mana asal dokumen yang beredar itu," ujarnya.
Maman menutup pernyataannya dengan meminta agar polemik tersebut tidak dibesar-besarkan.
"Jangan fitnah kami lagi. Saya hanya titip agar isu ini tidak terus dipelintir," tutupnya.*
(km/a008)
JAKARTA Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Riau melaporkan Permadi Arya atau Abu Janda ke Polda Riau, Sabtu, 30 Mei
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera U
NASIONAL
MEDAN Keluarga korban kasus pembunuhan anak di Medan, MHS (15), menyatakan kecewa atas putusan Pengadilan Tinggi Militer I Medan yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pelatih Timnas U19 Indonesia Nova Arianto meyakinkan, seluruh pemain Timnas U19 Indonesia sudah dalam kondisi siap menghadapi My
OLAHRAGA
BADUNG Kementerian Pariwisata menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru dapat membuka peluang peningkatan
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik yang disebut sebagai politik outsourcing dalam kasus yang menjerat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan telah menerima konfirmasi kehadiran dari para wakil presiden terdahulu dalam
NASIONAL
MEDAN Stadion Teladan Medan berpotensi menggelar pertandingan ASEAN U19 Boys&039 Championship 2026 (Piala AFF U19) tanpa kehadiran p
OLAHRAGA
MEDAN Pelaksanaan Piala ASEAN Football Federation (AFF) U19 2026 di Sumatera Utara dipastikan hanya menggunakan dua stadion, yakni Stad
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menunjuk perantara, calo, maupun pihak
NASIONAL