Klaim 33 Tahun Mengabdi Tanpa Cacat, Eks Jampidsus Febrie Heran Tiba-tiba Jadi Tersangka Pemerasan
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, membantah terlibat dalam perkara duga
NASIONAL
JAKARTA – Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sofian Effendi, kembali membuat pernyataan tegas mengenai keabsahan latar belakang akademik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam sebuah video wawancara bersama Rismon Sianipar dari Balige Academy, Kamis (17/7/2025), Sofian menegaskan nama Jokowi tidak tercantum dalam daftar wisudawan UGM tahun 1985 .
Sofian menyebutkan bahwa pada masa jabatan rektor Pratikno, terjadi dugaan manipulasi akademik.
Ia bahkan menduga ada perubahan nilai IPK di bawah ambang batas (IPK < 2,0), penambahan dokumen skripsi, hingga rekayasa data agar Jokowi diakui sebagai alumni UGM.
"Kalau saya cari… di situ dia gak masuk, jadi gak ada namanya di wisuda tahun 1985. Artinya dia gak pernah ikut wisuda," tegas Sofian.
Lebih lanjut, Sofian mengungkapkan bahwa nilai akademik Jokowi selama studi berada di bawah standar kelulusan dan dinilai tidak memenuhi syarat administrasi jenjang sarjana.
"…yang dulu nilainya itu di bawah dua IPK-nya, kemudian diubah-ubah nilai itu… kemudian ditambah sehingga dia lulus program sarjana", ujar Sofian.
Ia menegaskan bahwa skripsi tersangkut dugaan tidak pernah diuji secara resmi dan hanya terdaftar setelah adanya intervensi administrasi.
Pernyataan Sofian ini dilontarkan dalam dialog bersama Rismon Sianipar, pakar digital forensik, yang juga berencana melaporkan Jokowi terkait klaim akademik ini ke Polda Metro Jaya.
Rismon bahkan menyebut akan mengajukan dua laporan tambahan terkait hal tersebut.
Kasus ini menambah daftar kontroversi terkait data akademik Presiden Jokowi, yang sebelumnya mencuat di beberapa platform diskusi publik.
Polemik ini memicu banyak pro-kontra di media sosial dan kalangan politisi.
UGM hingga saat ini belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan terbaru ini.*
(gl/a008)
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, membantah terlibat dalam perkara duga
NASIONAL
JAKARTA Harga pangan nasional bergerak beragam pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Sejumlah komoditas seperti cabai, daging, beras, minyak
EKONOMI
JAKARTA Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak terlihat hadir dalam sidang perdana perkara Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakart
POLITIK
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026). IHSG naik 0,78 ke level 6.512,57 dibandingk
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali naik pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Harga emas Antam ukuran 1 gram kini
EKONOMI
JAKARTA Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyoroti kondisi penerimaan publik terhadap pemerintahan Pre
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2026 untuk pertam
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan perubahan skema insentif operasional untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau
PEMERINTAHAN
TAPAKTUAN Personel Polsek Tapaktuan, Polres Aceh Selatan, bergerak cepat menangani tanah longsor yang menutup sebagian badan jalan menuju
PERISTIWA
BENER MERIAH Kapolres Bener Meriah AKBP Ricki Nugraha melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Polsek Syiah Utama, Kamis (17/9/2026). Dal
PEMERINTAHAN