Rico Waas Kukuhkan Mantan Pemain PSMS: Saatnya Legenda Bangkitkan Sepak Bola Medan
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
JAKARTA – Ahli digital forensik Rismon Sianipar secara terbuka menantang Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk menyebutkan nama "orang besar" yang ia klaim membekingi isu ijazah palsu yang menyerangnya.
Pernyataan tajam itu dilontarkan Rismon dalam acara "Interupsi" yang ditayangkan oleh iNews TV pada Kamis, 7 Agustus 2025.
"Kalau dia mantan Presiden dan jiwa ksatrianya ada, sebutkan saja siapa gitu loh. Jangan pendukungnya yang jadi ribut untuk klarifikasi. Orang besar itu siapa, sebutkan nama! Gitu aja kok repot," tegas Rismon.
Isu Orang Besar Dinilai Pengalihan Isu
Rismon menilai bahwa klaim Jokowi tentang adanya "agenda besar" atau "orang besar" di balik isu ijazah palsu justru menjadi upaya pengalihan agar fokus publik teralihkan. Ia menegaskan bahwa langkah ksatria yang seharusnya dilakukan adalah menunjukkan bukti otentik secara langsung, bukan memicu polemik lanjutan.
"Padahal kan jelas. Harusnya kalian bujuk saja Jokowi sebagai ksatria menunjukkan ijazahnya yang katanya asli. Jangan bawa-bawa sedikit-sedikit UGM, Bareskrim. UGM itu juga isinya bukan malaikat semua," sindirnya.
Pernyataan Jokowi Soal Agenda Politik Besar
Sebelumnya, dalam pernyataan publik usai salat Jumat di kediamannya pada 25 Juli 2025, Jokowi mengaku merasakan "firasat kuat" bahwa ada agenda politik besar yang ingin menjatuhkannya melalui tudingan ijazah palsu dan wacana pemakzulan terhadap putranya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
"Feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu, maupun pemakzulan. Artinya, ada orang besar, ada yang memback up," kata Jokowi saat itu.
Desakan Transparansi
Sejumlah pihak kini mendesak agar Jokowi segera membuka nama sosok "orang besar" yang ia maksud. Transparansi dianggap menjadi jalan untuk mengakhiri kegaduhan politik yang terus bergulir dan menyedot perhatian publik secara nasional.
Konteks Politik Memanas
Isu ini menjadi makin panas setelah Silfester Matutina, pelapor kasus ijazah Jokowi, diperiksa polisi dan dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim.
Di sisi lain, muncul wacana amnesti terhadap Gus Nur, sosok yang juga pernah menyuarakan isu serupa.*
(oz/j006)
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memuji kemandirian dan kekuatan Aisyiyah Kota Medan saat menghadiri Milad ke109 sekaligu
POLITIK
DELISERDANG Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, meninjau pengembangan agribisnis aren di Pesan
POLITIK
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Partai Amanat Nasional PAN ikut mendorong lebih banyak progra
POLITIK
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI