BNNP Sumut Amankan 48 Pengunjung Positif Narkoba di Diskotek Blue Night Langkat
LANGKAT Diskotek Blue Night di Jalan Binjai, Emplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dirazia oleh petugas Bad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAWA BARAT— Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, meminta pemerintah pusat secara transparan mengumumkan daerah-daerah yang penyerapan belanja daerahnya masih kurang optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi data dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebutkan adanya dana daerah yang menumpuk di perbankan mencapai Rp 234 triliun, tanpa menyebutkan daerah mana saja yang dimaksud.
Dedi, yang daerahnya baru-baru ini mendapat apresiasi sebagai salah satu daerah dengan penyerapan anggaran terbaik dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menilai bahwa kondisi pengelolaan keuangan di setiap daerah sangat beragam.Baca Juga:
"Kita mengetahui bahwa daerah itu terdiri dari kabupaten, kota, dan provinsi. Di antara kabupaten, kota, dan provinsi yang jumlahnya sangat banyak ini, pasti ada yang bisa melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, bisa membelanjakan keuangan daerahnya demi kepentingan masyarakat," ujar Dedi dalam video, Senin (20/10/2025).
Menurut Dedi, tidak sedikit daerah yang mengalami kesulitan dalam membelanjakan anggaran sehingga dana daerah justru tersimpan dalam bentuk deposito atau tabungan di bank daerah masing-masing.
"Nah tentunya ini adalah sebuah problem yang harus diungkap secara terbuka dan diumumkan kepada publik, sehingga tidak membangun opini seolah-olah semua daerah tidak mampu mengelola keuangan dengan baik," katanya.
Dedi menambahkan, ketidakjelasan data tersebut berpotensi merugikan daerah-daerah yang telah bekerja maksimal dalam pengelolaan anggaran. "Efeknya adalah, daerah yang bekerja baik bisa terkena dampak negatif, sehingga daya dukung fiskal mereka menurun dan berdampak buruk pada kinerja pembangunan," tambahnya.
Oleh karena itu, Dedi mengusulkan agar pemerintah pusat secara transparan menyebutkan secara spesifik daerah-daerah yang belum membelanjakan anggaran dengan optimal dan masih menyimpan dana besar di perbankan.
"Daripada menjadi spekulasi yang membangun opini negatif tentang kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan, lebih baik diumumkan saja daerah mana saja yang belum mengelola anggarannya dengan baik," tegas Dedi.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini menegaskan, langkah tersebut bukan hanya untuk transparansi, tetapi juga untuk menghormati dan memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang telah berkontribusi secara optimal dalam pengelolaan keuangan publik.*
(kp/M/006)
LANGKAT Diskotek Blue Night di Jalan Binjai, Emplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dirazia oleh petugas Bad
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN Kerusakan tutupan hutan di kawasan Ekosistem Batangtoru dinilai berdampak langsung terhadap perubahan kondisi aliran Su
NASIONAL
JAKARTA Perserikatan BangsaBangsa menyatakan keprihatinan atas serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (15/3), kembali menyebabkan banj
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang tetap melaksanakan tugasnya di tenga
PEMERINTAHAN
TEHERAN Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan anc
INTERNASIONAL
JAKARTA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan darurat kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melepas ribuan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh di Depo
NASIONAL
BANDUNG Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi melakukan kunjungan ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung,
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi iradiasi nuklir
PEMERINTAHAN